Satu Calhaj Asal Rembang Gagal ke Tanah Suci

Jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Rembang mulai diberangkatkan Senin (22/7/2019). Pelepasan jemaah dilakukan Oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz

Satu Calhaj Asal Rembang Gagal ke Tanah Suci
Humas Setda Rembang
Bupati Rembang Abdul Hafidz melepas jemaah calhaj Rembang 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Rembang mulai diberangkatkan Senin (22/7/2019). Pelepasan jemaah dilakukan Oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Sebelum berangkat dari gedung haji yang berada di Kompleks Islamic Center di Jalan Pemuda Rembang, mereka terlebih dahulu berkumpul di masing-masing kantor Kecamatan yang sudah ditunjuk oleh otoritas terkait.

Jemaah calhaj yang diberangkatkan hari ini tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 56. Mereka diberangkatkan dengan menggunakan bus, yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Rembang. Pemkab Rembang rencana akan memberikan fasilitas transportasi berupa bus keberangkatan dari Rembang menuju embarkasi Solo. Begitu juga saat kepulangan jemaah, dari Solo ke Rembang.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Rembang Athoillah Muslim mengatakan, ada satu jamaah yang gagal berangkat, karena harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Calhaj tersebut adalah Pasikan warga Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang. Ia divonis oleh dokter terkena gejala struk, sehingga disarankan untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji tahun 1440 H / 2019 M.

Athoillah menambahkan, pihaknya baru mendapatkan kabar tersebut dari tim kesehatan calon haji beberapa hari menjelang kebarangkatan.

“Satu sakit, sementara dilakukan penundaan, karena sakit. Kalau tim kesehatan menyarankan untuk menunda kami tidak bisa apa-apa karena menyangkut kesehatan. Sebetulnya usianya belum terlalu tua, karena banyak yang lebih tua lagi. Kalau tahun depan sudah sehat mungkin kita berangkatkan lagi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pihaknya sudah memberikan pendampingan, dokter dan tim kesehatan yang memadai. Mengingat cahaj asal Kabupaten Rembang yang diperkirakan 80 persen terdiri dari lansia.

"Iya memang jemaah calon haji Rembang itu 80 Lansia. Oleh karena itu, kami menugaskan Dinas Kesehatan untuk mendampingi jamaah haji dengan dokter dan petugas kesehatan sesaui kebutuhan. Saya berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan selama ditanah suci. Jangan lupa jaga sikap selama di tanah suci," katanya.

Jumlah jamaah haji yang tergabung pada Kloter 56, berjumlah 126 calon jamaah dari Blora, dan 229 calon jamaah dari Kabupaten Rembang. Mereka diberangkat dengan menggunakan 5 bus utama dan satu bus sebagai cadangan.

Sedangkan untuk jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter 57 dan 58 diberangkatkan pada Senin malam.

Rombongan Kloter 57 berjumlah 355 orang calon haji yang semuanya berasal dari Kabupaten Rembang. Jika satu orang gagal berangkat, maka Kloter ini akan berkurang satu menjadi 354 orang.

Untuk calon jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 58, semuanya berjumlah 355 orang. Dengan rincian 30 orang jamaah dari Kabupaten Rembang, sedangkan 325 orang berasal dari calon haji dari Kabupaten Pati.

Dengan demikian, total jamaah haji asal Kabupaten Rembang yang akan berangkat tinggal 613 calhaj, dengan didampingi 6 orang petugas pendamping haji. Kloter 57 dan 58 diberngkatkan menggunakan 8 bus utama dan 2 bus cadangan.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved