Tasyakuran Hari Bhakti Adhiyaksa, Kajari Karanganyar: Jika Nakal Dibina, Jika Jahat Dilibas

Juliyatmono menyampaikan, tindakan preventif lebih baik dalam memperkokoh negara hukum supaya patuh terhadap rambu-rambu hukum.

Tasyakuran Hari Bhakti Adhiyaksa, Kajari Karanganyar: Jika Nakal Dibina, Jika Jahat Dilibas
ISTIMEWA
Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam tasyakuran Hari Bhakti Adhiyaksa di Hotel Taman Sari Karanganyar, Selasa (23/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Hadiri tasyakuran Hari Bhakti Adhiyaksa ke-59 Kejaksaan Negeri Karanganyar, Bupati Juliyatmono berharap sinergitas antara lembaga penegak hukum dan pemerintah daerah terus terjalin.

Itu diungkapkan Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam tasyakuran yang digelar di Hotel Taman Sari Karanganyar, Selasa (23/7/2019).

Juliyatmono menyampaikan, tindakan preventif lebih baik dalam memperkokoh negara hukum supaya patuh terhadap rambu-rambu hukum.

"Karena itu melekat maka harus mentaati hukum. Dalam rangka menentramkan hati masyarakat," katanya.

Ia berharap, hubungan sinergitas antara kejaksaan dengan pemerintah daerah (Pemda) terus terjalin.

"Kami menjadi bagian pengabdian. Harapannya ke depan tetap dicintai masyarakat, dibutuhkan, dan semakin dipercaya. Tanpa ada yang mengingatkan, ada kecenderungan dlewer. Supaya tetap patuh pada rambu-rambu hukum," terangnya.

Selanjutnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo mengungkapkan, tingkatkan pengabdian demi kemajuan, keunggulan dan keutuhan negeri menjadi tema yang diusung dalam Hari Bhakti Adhiyaksa ke-59.

"Tema itu mewarnai tugas-tugas di masa-masa sekarang. Kami harus meningkatkan kinerja untuk berkarya dengan sepenuh hati. Semata-mata mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kepentingan masyarakat," katanya kepada para wartawan seusai acara.

Ia menyampaikan, pihaknya mendorong dan membantu Pemkab dalam pelaksanaan pembangunan, baik itu secara moral, fisik dan mental.

"Bahu membahu membangun Karanganyar dalam berbagai aspek. Dilandasi dengan komitmen, iman dan moral yang baik. Tidak serta merta orang salah, kami anggap salah begitu saja. kalau ada yang nakal dibina, kalau ada yang jahat dilibas," tuturnya. (Agus Iswadi)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved