Bapenda Kota Semarang Segel Satu Hotel dan Dua Restoran Gara-gara Menunggak Pajak

Satu hotel dan dua restoran besar di Kota Semarang terpaksa harus ditutup operasionalnya oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang

Bapenda Kota Semarang Segel Satu Hotel dan Dua Restoran Gara-gara Menunggak Pajak
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Bapenda Kota Semarang melakukan yustisi ke Warung Soto Pak Man dengan memasang spanduk lantaran belum membayar pajak sama sekali sejak Maret 2018, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satu hotel dan dua restoran besar di Kota Semarang terpaksa harus ditutup operasionalnya oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang lantaran telah menunggak pajak.

Tiga tempat yang yang disambangi oleh Bapenda Kota Semarang, Rabu (24/7/2019), antara lain Hotel Nozz bintang dua di Jalan Amarta, Seven Bar di Jalan Puri Anjasmoro, dan Soto Pak Man di Jalan Pamularsih Kota Semarang.

Kabid Pajak Daerah I Bapenda Kota Semarang, Elly Asmara mengatakan, pihaknya telah menutup operasional sementara di ketiga tempat tersebut hingga mereka menyelesaikan kewajiban membayar pajak hotel dan restoran yang telah menunggak hingga puluhan juta rupiah.

"Kami sudah menutup operasional sementara, pertama di hotel Nooz, kedua Seven Bar, dan Soto Pak Man Jalan Pamularsih dengan menempelkan stiker dan sepanduk penyegelan. Ketiganya wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban perpajakan," katanya.

Elly membeberkan, tunggakan pajak untuk Hotel Nooz sebesar Rp 71 juta, sedangkan tunggakan pajak Seven Bar senilai Rp 31 juta.

Sementara Soto Pak Man belum pernah melakukan kewajiban membayar pajak sama sekali.

"Soto Pak Man khusus yang di Jalan Pamularsih ini belum sama sekali melakukan kewajibannya, dari Bulan Maret 2018 hingga saat ini. Melaporkan saja belum apalagi membayar," sebutnya.

Elly melanjutkan, sebelum penindakan penyegelan, Bapenda telah melakukan upaya persuasif melalui pengiriman surat pemberitahuan dan teguran sebanyak tiga kali kepada masing-masing wajib pajak.

Namun, upaya persuasif tersebut rupanya tidak diindahkan oleh pemilik usaha hingga pada akhirnya pihaknya terpaksa melakukan yustisi terhadap tiga tempat usaha tersebut lantaran telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 Tahun 2011 tentang Pajak Restoran dan Perda nomor 3 Tahun 2011 tentang Pajak Hotel.

Selanjutnya, Bapenda memberikan tenggang waktu selama tujuh hari untuk menyelesaikan kewajiban pajak yang belum dibayarkan.

"Kami akan beri waktu sampai tujuh hari untuk menyelesaikan kewajiban, jika belum juga dibayarkan kami rekomendasikan untuk cabut ijin dan tutup total," tegas Elly.

Sementara, Pemilik Warung Soto Pak Man, Soleman mengungkapkan, pihaknya akan segera menyelesaikan kewajibannya. Dia akan melaporkan dan membayar pajak yang selama ini belum terbayar.

"Akan segera kami selesaikan, hari ini juga di Kantor Bapenda," ucapnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved