Genjot Perbaikan Layanan Birokrasi, Pemprov Jateng Adakan Kompetisi Inovasi Layanan Publik

Untuk menggenjot inovasi pelayanan publik di lingkungan instansi pemerintah, Pemprov Jawa Tengah menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik.

Genjot Perbaikan Layanan Birokrasi, Pemprov Jateng Adakan Kompetisi Inovasi Layanan Publik
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Direktur RS Dr Sutrasno Rembang saat melakukan sesi wawancara kepada para juri Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di Gedung E kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk menggenjot inovasi pelayanan publik di lingkungan instansi pemerintah, Pemprov Jawa Tengah menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) untuk kedua kalinya.

Sebanyak 107 proposal inovasi pelayanan publik yang diajukan oleh OPD, BUMD, dan Pemerintah Kabupaten/Kota telah diseleksi hingga akhirnya sisa 20 proposal.

Kemudian dari pihak juri akan melakukan pengecekan ke lapangan guna menentukan 10 inovasi pelayanan publik terbaik.

Seleksi dilakukan selama empat hari sejak tanggal 22 hingga 25 Juli 2019 di Gedung E kantor Gubernur Jawa Tengah.

Kepala Biro Organisasi Setda Jawa Tengah, Ikhwan Sudrajat, menjelaskan kompetisi ini dilakukan untuk menjalankan program reformasi birokrasi. Sehingga memiliki tujuan untuk memperbaiki layanan kepada masyarakat.

Jawa Tengah Mendapat Penghargaan Provinsi Besar Sektor Pariwisata di Indonesia Attractiveness Award

"Sehingga nanti targetnya pada tahun 2024 birokrasi di Indonesia bisa jadi kelas dunia. Intinya inovasi pelayanan publik ini memiliki indikator yang efektif, efisien, akuntabel, dan lebih baik," tuturnya, Rabu (24/7).

Setiap OPD dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang mengikuti kompetisi ini dibatasi menjadi tiga proposal setiap Pemkab maupun Pemkot.

Ikhwan melihat kondisi saat ini banyak masyarakat daerah yang justru lebih banyak melaporkan segalanya kepada Gubernur dibanding Bupati maupun Walikotanya.

"Hal ini harus segera diubah supaya tiap pimpinan daerah bisa menjadi pusat pelayanan masyarakat. Dari sekian Kabupaten/Kota, Kabupaten Banyumas lah yang paling sering melahirkan inovasi-inovasi pelayanan publik," terang dia.

Maka kompeiti ada untuk menjadi perangsang OPD, BUMD, dan Pemerintah Kabupaten/Kota supaya semakin gencar menciptakan inovasi pelayanan publik yang bermanfaat untuk masyarakat.

Halaman
123
Penulis: faisal affan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved