Breaking News:

Millendaru Lakukan Operasi Payudara, Keponakan Ashanty Itu Masih Sholat Pakai Sarung

Setelah operasi payudara Millendaru keponakan Ashanty masih mengenakan sarung saat sembahyang

Instagram
Muhammad Millendaru Prakasa Samudro alias Millen Cyrus masih sembahyang kenakan sarung meski telah mengoperasi payudaranya 

TRIBUNJATENG.COM- Tiga hari sebelum melakukan operasi payudara, keponakan lelaki Ashanty, Millendaru mengaku rajin melakukan ibadah.

Pemilik nama asli Muhammad Millendaru Prakasa Samudro itu sempat galau saat hendak melakukan operasi payudara.

Hal itu diceritakan sendiri oleh Millendaru alias Millen Cyrus dalam tayangan Youtube MOP Channel, Senin (22/7/2019).

Millendaru mengatakan, bahkan saat sembahyang, ia masih mengenakan sarung, bukan mukena.

"Aku sampai sekarang, sampai detik ini, aku salat pakai sarung," jelas Millendaru.

 Meski Millendaru pada akhirnya telah melakukan operasi payudara, namun pria itu tetap tak mau mengoperai kelaminnya.

Telah menyukai lelaki sejak SMP, entah mengapa hati Millendaru berkata bahwa ia tidak boleh mengubah bentuk kelaminnya.

Hal itu diungkapkan sendiri oleh Millendaru dalam

"Aku itu masih asli. Aku enggak akan mengubah itu aku. Dasar hati aku, aku memang enggak mau mengubah. Tetap jadi aku yang seperti ini saja," jelas Millendaru.

Usai melakukan operasi payudara, ibunda Millen Cyrus terlihat kecewa. Kendati demikian, ibunda Millen Cyrus tetap membelikan obat agar tak nyeri untuk anaknya itu.

"Ya begitulah Ibu ya, biarpun elu bentuknya udah kaya gini, dia tetap menyayangi kamu apa adanya," tanggap presenter MOP Channel.

Menapaki kilas balik Millen, pemilik nama asli Muhammad Millendaru Prakasa Samudro itu rupanya sudah menunjukkan perbedaannya sejak TK.

Masa lalu Millen itu pernah diungkapkan Ashanty dalam channel Youtube Hijau Musik, 12 September 2017 silam.

Saat kecil, Millen senang memperhatikan istri Anang Hermansyah itu saat dirinya sedang mengenakan make up.

"Aku bukan mau belain Millen. Aku cuma mau sedikit bercerita kenapa Millen lebih suka menjadi perempuan.

Dari kecil Millen ini sudah berbeda. Punya hobi nyanyi, lukis, dia suka lihatin kita lagi make up.

Dari dia TK, SD. Aku sempet ngeh, kok ini anak ngeliatin terus ya kalau aku make up," cerita Ashanty

Sejak saat itu, Ashanty mulai mengawasi gelagat Millen.

"Dia nyanyi, mungkin anak SD nyanyi itu lucu ya. Tapi aku kaya udah ngelihat tanda itu tuh sampe ngebatin, 'aduh semoga enggak jadi gimana-mana'," lanjut Ashanty.

Tidak hanya itu, Ashanty menuturkan, saat Millendaru beranjak SMP. ia pernah curhat ke tantenya itu soal ketertarikannya.

"Waktu itu Millendaru enggak berani curhat ke siapapun. Apalagi ke bapaknya, karena kan terkenal keras. Terus dia curhat ke aku, 'tante aku tuh kok enggak suka sama permpuan ya. Aku kok kalau ngelihat laki-laki malah gimana gitu. Tapi kalau lihat perempuan biasa aja'," ungkap Ashanty membeberkan curahan hati Millendaru saat SMP.

Ashanty lantas menasehati baik-baik Millendaru yang saat itu masih SMP.

Ashanty meminta Millen untuk mencoba melawannya.

"Kamu harus enggak boleh diterusin. Kmau harus coba gimana lawan itu semua," demikian adalah nasehat Ashanty.

Saat itu Ashanty tidak mau terlalu keras, mengingat ayah Millen adalah sosok yang tegas.

"Daripada dia salah langkah, aku berusaha ngedengerin cerita-cerita dia. Walaupun pas dia beranjak SMA, aku tuh geleng-geleng kepala. Tapi aku enggak bisa ngomong apa-apa. Karena dia merasa berada di badan seorang lelaki, tapi dia itu perempuan," cerita Ashanty.

Ashanty sendiri sempat bingung saat memilihkan pekerjaan untuk Millen. Millen selalu menolk saat diberi pekerjaan lelaki.

Akhirnya Ashanty membiarkan Millendaru menekuni dunia design dan make up.

Namun lambat laun, Ashanty menjadi orang yang mulai tidak dipercaya Millendaru.

"Makin dia ke sini, aku udah bukan menjadi orang yang dia percaya. Aku mungkin terlalu banyak marah karena melihat lingkungannya, aku lihat teman-temannya. Dia jadi enggak nyaman sama aku," cerita Ashanty.

Pada akhirnya Ashanty memilih lepas tangan.

"Mendengar curhatan dia dengan kondisi yang tidak aku enggak bisa terima. Itu hal sulit. Aku enggak bisa melawan pikiran Millendaru yang merasa tubuhnya di tubuh yang salah," cerita Ashanty.

Ashanty mengaku sudah mencoba membimbing Millendaru.

"Ya aku sudah berusaha. Ya aku harus kembaliiin dia ke orangtuanya. Dan orangtuanya juga udah enggak didengar," tukas Ashanty.

Dari mulai menasehati, kecewa, menangis, hingga Ashanty ingin mencoba untuk tidak peduli dengan Millendaru.

"Tapi bagaimanapun kita enggak mungkin ninggalin dia," jelasnya. (tribunjateng.com/jen)

Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved