Pembiayaan Mobil Bekas Turun

Industri multifinance mengalami bisnis yang cukup berat di tahun ini. Setelah tersendat dengan penjualan mobil baru, pembiayaan kendaraan roda empat

Pembiayaan Mobil Bekas Turun
ISTIMEWA
Sejumlah mobil bekas yang akan dijual dalam Bursa Mobil Tribun Gerung-Gerung berjejer di area parkir Miko Mall, Jalan Kopo, Kota Bandung, Minggu (29/12/2013). Mobil pribadi jadi alternatif untuk angkutan mudik lebaran. 

JAKARTA, TRIBUN - Industri multifinance mengalami bisnis yang cukup berat di tahun ini. Setelah tersendat dengan penjualan mobil baru, pembiayaan kendaraan roda empat bekas juga mengalami nasib sama.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan mobil bekas pada Mei 2019 sebesar Rp 58,4 triliun, turun 1,51 persen secara tahunan dari periode sama tahun lalu Rp 59,3 triliun.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno mengatakan, bisnis di tahun ini cukup berat.

"Mobil baru menurun, pasti mobil bekas juga menurun. Mobil bekas itu ada karena ada kendaraan baru yang volumenya besar. Maka, terjadi jual beli mobil bekas," katanya.

Namun, ia masih yakin hingga akhir tahun pembiayaan kendaraan roda empat baru dan bekas masih bisa bertumbuh.

Pemain merasakan kerasnya bisnis pembiayaan di tahun ini. PT Mandiri Utama Finance (MUF) misalnya yang mencatatkan pembiayaan mobil bekas sebesar Rp 430 miliar, turun Rp 23 miliar dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 453 Miliar.

“Pembiayaan mobil bekas anjlok 5 persen dari periode sama tahun lalu,” ujar Direktur Mandiri Utama Finance, Stanley Setia Atmaja.

Namun, ia masih yakin hingga akhir tahun pembiayaan MUF dri mobil baru dan bekas bisa ini menyentuh angka Rp 8,1 triliun.

Direktur Utama BCA Finance, Roni Haslim menyatakan, tidak mau jor-joran membiayai mobil bekas. Jumlah total pembiayaan mobil per Juni 2019 sebesar Rp 16,26 triliun.

Dari jumlah itu, sebesar 30 persen atau Rp 4,87 triliun mengalir ke pembiayaan mobil bekas. Untuk target tahun ini, BCA Finance tidak punya capaian khusus. “Kami tidak jor-joran, target kami flat saja,” ujarnya.

Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila mengungkapkan, per Mei 2019 perusahaan itu telah menyalurkan pembiayaan kepada mobil bekas sebesar Rp 3,3 triliun, tumbuh 15 persen dari periode sama tahun lalu. (Kontan/Achmad Ghifari/Agustinus Respati)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved