Pemerintah Desa Semkin Mandiri, Pengelolaan Dana Desa Harus Transparan

Seminar nasional bertema Akuntabilitas dan Transparansi Pengeolaan Dana Desa Menuju Kemandirian Desa di Universitas Semarang (USM).

Pemerintah Desa Semkin Mandiri, Pengelolaan Dana Desa Harus Transparan
IST
Seminar nasional bertema Akuntabilitas dan Transparansi Pengeolaan Dana Desa Menuju Kemandirian Desa, di Gedung V lantai 6, Universitas Semarang, Selasa (23/7/2019) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengelolaan dana desa harus dilakukan secara transparan.

Sehingga, pengelolaannya terus maksimal, menuju kemandirian desa.

Hal tersebut diungkapkan Dekan FE USM Yohanes Suharjo, di sela seminar nasional bertema Akuntabilitas dan Transparansi Pengeolaan Dana Desa Menuju Kemandirian Desa, di Gedung V lantai 6, Universitas Semarang, Selasa (23/7/2019) kemarin.

"Untuk mencegah pemasalahan mengenai Dana Desa ini salah satunya dengan peningkatan peran aktif pembina dan pendamping professional," terangnya sebagaimana rilis yang diterima Tribun Jateng, Rabu (24/7/2019).

Rencana Likuidasi BKK Pringsurat Temanggung Membuat Nasabah Khawatirkan Pengembalian Dana

Menurutnya lewat seminar ini, menjadi upaya FE USM membangun kesadaran masyarakat dan para mahasiswa terhadap pembangunan desa terutama di Jateng.

"Posisi desa sendiri merupakan subjek hukum menjadikan desa memiliki hak dan kewajiban terhadap aset atau sumber daya yang menjadi miliknya," imbuh dia.

Selain Yohanes Suharjo, pemateri seminar ini di antaranya Prof. Dr. FX Sugiyanto dosen FEB Undip, serta Joko Mulyono dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Provinsi Jateng.

Joko Mulyono mengatakan, saat ini dana desa di Jawa Tengah selama tahun 2015-2019 terus mengalami peningkatan.

Dana desa sendiri disalurkan oleh pemerintah provinsi, kepada pemerintah kebupaten/kota, untuk kemudian disalurkan lagi kepada pemerintah desa.

"Penyaluran dilakukan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten."

"Hingga yang terakhir rekening kas desa," ujar dia. (ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved