Rumah Mewah Dominasi Penjualan

Pasar Properti di Kota Semarang mulai mengalami perubahan, di mana saat ini rumah kelas menengah atas seharga lebih dari Rp 1 miliar lebih

Rumah Mewah Dominasi Penjualan
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Suasana Pameran Property Expo Semarang yang keempat, berlokasi di Atrium Paragon Mal Semarang, Rabu (10/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasar Properti di Kota Semarang mulai mengalami perubahan, di mana saat ini rumah kelas menengah atas seharga lebih dari Rp 1 miliar lebih mendominasi.

Hal itu seperti terlihat pada gelaran Semarang Property Expo ke-4 2019, di mana permintaan rumah seharga lebih dari Rp 1 miliar tercatat paling banyak, yaitu terjual sebanyak lima unit.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, banyaknya permintaan rumah mewah itu diduga karena harga rumah yang semakin tinggi, dengan bunga KPR yang belum turun, sehingga segmen menengah kesulitan mengakses.

Biasanya, dia menambahkan, mayoritas penjualan rumah dalam Property Expo sebesar 90 persen ditransaksikan dengan fasilitas KPR.

"Pasar properti di Semarang belum bagus, bisa dilihat dari empat kali mengadakan pameran selalu turun, yaitu dari 41 unit, turun ke 25 unit, lalu 24 unit, terakhir 19 unit. Tapi memang segmen penjualan unit Rp 1 miliaran marketnya bagus," katanya, dalam penutupan pameran, Selasa (23/7).

Dibya menuturkan, terjadinya ketakutan dari kalangan menengah mengakses KPR itu karena kendala yang dihadapi, seperti cicilan per bulan yang tinggi.

Ia pun berharap ada suport suku bunga dan jangka waktu KPR yang lebih panjang, mengingat kredit properti dinilai sangat aman untuk perbankan, dengan objeknya yang tidak bisa dipindah-pindah dan tercover asuransi.

"Kami berharap bank-bank lebih agresif meraih pasar KPR, contohnya dengan membuka KPR 30 tahun, 35 tahun, terutama untuk antisipasi market kaum milenial," harapnya. (dta)

Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved