Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia Beri Masukan ke Pemkab Banjarnegara dan Purbalingga

Para peserta Pebemas Travel Mart II gagasan Perhimpunan Biro Perjalanan Eks Karesidenan Banyumas (Pebemas) bekerjasama dengan Pemkab Purbalingga.

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia Beri Masukan ke Pemkab Banjarnegara dan Purbalingga
IST
Pebemas Travel Mart II pertemukan buyer dan seller pariwisata di Banjarnegara dan Purbalingga. 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Para peserta Pebemas Travel Mart II gagasan Perhimpunan Biro Perjalanan Eks Karesidenan Banyumas (Pebemas) bekerjasama dengan Pemkab Purbalingga, Pemkab Banjarnegara serta Gabungan Paguyuban Travel Agent Nusantara (Gapatara), terkesan dengan sejumlah objek wisata di Purbalingga dan Banjarnegara.

Suasana malam yang hidup di Goa Lawa Purbalingga misalnya, mampu memikat peserta yang datang dari berbagai daerah.

Hanya saja, menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Tengah Robertus Wahyu, di samping penerangannya yang sudah bagus, objek wisata itu masih perlu dipoles lagi untuk memperkuat estetikanya.

Golaga juga perlu dilengkapi barista kopi yang menarik wisatawan dengan atraksinya meracik kopi.

Gubernur Ganjar Ubah Aturan Pakaian Adat Seragam Para Pegawai Pemprov Jateng

Ia juga memberi masukan untuk Bukit Tampomas, Pagedongan Banjarnegara yang dinilainya masih membutuhkan pengaman bagi wisatawan.

Bekas tambang proyek PLTA Panglima Besar Jenderal Soedirman itu juga masih kurang penerangan saat malam hari.

"Harus ada tanda-tanda mana yang tidak boleh dimasuki wisatawan karena bekas tambang," katanya di hotel Suryayudha Banjarnegara, Kamis (25/7/2019).

Di sisi lain, peserta kegiatan table top di Hotel Suryayudha Banjarnegara yang mempertemukan penyedia jasa perjalanan wisata dengan pengelola objek wisata, rumah makan, pusat oleh-oleh maupun hotel juga meningkat.

Robertus mengatakan, pihaknya langsung membeli sejumlah paket wisata hingga membuat perjanjian kerjasama dengan beberapa restoran.

Ketua Gabungan Paguyuban Travel Agent Nusantara (Gapatara), Edo Nardi mengkritik peran serta pemerintah daerah dalam kegiatan ini yang dinilainya belum tampak.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved