Bulan Depan, HYVA Studi Kajian Teknis di TPA Penujah Kabupaten Tegal, Jelang Dibangunnya PLTSa

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang akan menjadi solusi terhadap kondisi darurat sampah di Kabupaten Tegal, mulai disiapkan.

Bulan Depan, HYVA Studi Kajian Teknis di TPA Penujah Kabupaten Tegal, Jelang Dibangunnya PLTSa
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Lokasi TPA Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal yang akan dibangun PLTSa. Agustus 2019 mulai dilakukan studi kajian. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang akan menjadi solusi terhadap kondisi darurat sampah di Kabupaten Tegal, mulai disiapkan.

Pembangunan PLTSa itu bekerja sama dengan perusahaan asing asal Belanda, HYVA yang beroperasi di Malaysia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Agus Subagyo menuturkan, mulai Agustus 2019, pihak HYVA akan studi kajian teknis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng.

Selain mewujudkan PLTSa, dia menyebut, perusahaan asing tersebut juga akan membuat sistem pengelolaan sampah yang teralur dari rumah tangga, pengangkutan, pembuangan, hingga pemanfaatannya.

"Kerja samanya sudah diteken Pemkab Tegal pada April 2019 lalu. Pihak perusahaan asing itu akan mulai membuat studi kajian pada Agustus 2019 mendatang," kata Agus kepada Tribunjateng.com, Kamis (25/7/2019).

Agus menjelaskan, apabila PLTSa terwujud, pihak HYVA meminta sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi Pemkab Tegal.

Di antaranya, kata Agus, pengadaan lahan tambahan seluas 6 hektare di TPA Penujah dengan kerja sama yang terjalin selama 25 tahun.

"Manfaat dari hadirnya PLTSa ini adalah berkurangnya sampah. Dengan begitu, Kabupaten Tegal diharapkan tidak lagi darurat sampah," jelasnya.

Dalam rancangan pihak HYVA, Agus mengetahui, untuk mendukung operasional PLTSa ini dibutuhkan 300 hingga 500 ton sampah per harinya.

Saat itu telah berjalan, dia menyebut akan ada bagi hasil retribusi penjualan listrik dan produk pupuk cair organik dari pengelolaan sampah tersebut.

"Dengan hadirnya PLTSa, semoga sampah-sampah di sini bisa berkurang. Kami percaya pihak HYVA adalah perusahaan khusus di bidang 'waste to energy' yang telah bergerak selama 40 tahun," harap Agus. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved