Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jokowi Dipastikan Siap Meneken Perpres Mobil Listrik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, aturan terkait dengan mobil listrik

Tayang:
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Pebalap F1 Rio Haryanto (depan) berfoto bersama manajemen TAM sebelum menjajal performa mobil listrik Prius PHEV. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, aturan terkait dengan mobil listrik sudah selesai dan siap ditandangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Perpresnya sudah selesai, mungkin hari-hari ke depan presiden tandatangani," katanya, di komplek Istana Kepresidenan, Selasa (23/7).

Menurut dia, seluruh menteri yang terlibat sudah menandatangai aturan terkait dengan mobil listrik itu. "Dari kami sudah selesai tanda tangan. Bu Sri Mulyani juga sudah," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kontan, Perpres Kendaraan Berbasis Listrik (KBL) yang akan segera terbit itu memuat sejumlah pasal tentang pemberian insentif dalam bentuk fiskal dan non-fiskal bagi perusahaan-perusahaan industri yang melakukan produksi KBL berbasis baterai.

Pemberian insentif fiskal dilakukan melalui pembebasan/pengurangan pajak pusat dan daerah, insentif bea masuk atas importasi KBL berbasis baterai, serta bentuk-bentuk insentif pajak lain.

Sementara pemberian insentif non-fiskal dilakukan melalui pelimpahan hak produksi atas teknologi terkait KBL berbasis baterai yang patennya telah dipegang pemerintah, pengecualian dari pembatasan penggunaan jalan tertentu, dan sebagainya.

Perpres yang mengatur kendaraan listrik itupun sudah ditunggu-tunggu para pelaku usaha. Pabrik asal China seperti DFSK misalnya yang mengaku sudah sangat siap menjual mobil listrik di Indonesia.

Soal ideal insentif bagi APM, General Manager Marketing PT Sokonindo Automobile, Permata Islam menyatakan, menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah. "Pemerintah tentu sudah melakukan studi, serta ada perangkatnya, jadi kami hanya bisa mendukung," katanya.

Sebelumnya di bocoran perpres itu beberapa aspek yang bisa mendapatkan insentif antara lain terkait dengan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar listrik.

Menanggapi hal itu, Permata berujar, DFSK berkomitmen sebagai produsen otomotif, sehingga fokusnya pada pengembangan produk kendaraan. "Soal kemudahan mengisi bahan bakar, kami sudah lengkapi mobil listrik kami dengan dual charging port," ujarnya.

Terkait adakah opsi bakal membangun pabrik baterai mobil listrik di Indonesia, Permata menyatakan, manajemen belum dapat menjabarkan rencana lebih detail.

Untuk pilihan jenis kendaraan listrik, DFSK sudah lama menembak jenis full electric vehicle (EV) dengan model Glory E3 milik perseroan. Pertimbangannya ialah jenis mobil itu memiliki satu jenis mesin dan dipandang lebih mudah dirawat.

Investasi

Soal investasi, Permata mengungkapkan, pasti bakal ada investasi lagi ke depan yang dilakukan DFSK, apalagi setelah mobil listrik punya regulasi di pasaran. Tetapi, bentuk investasi pabrikan dalam waktu dekat belum dapat disampaikan.

Saat ini, DFSK telah memiliki pabrik dengan kapasitas terpasang 50.000 unit per tahun. Investasi yang memakan dana hingga 150 juta dollar AS itu utilitasnya masih belum 100 persen.

PT Toyota Astra Motor (TAM) pun menyambut positif kabar itu.“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mencapai target 20 persen kendaraan berbasis listrik (KBL) pada 2025. Kami melihat keseriusan pemerintah dalam mewujudkan hal ini,” ujar Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto.

Menurut dia, TAM sebenarnya sudah melakukan langkah konkret dalam mengembangkan mobil listrik sejak 10 tahun lalu, di antaranya dengan menghadirkan produk-produk kendaraan berteknologi hybrid di Indonesia.

Saat ini, TAM memiliki sejumlah line up kendaraan yang sudah dibekali dengan mesin hybrid, di antaranya yakni Camry Hybrid, Alphard Hybrid, dan C-HR Hybrid.

Fransiscus menyatakan, ke depan TAM akan terus menambah line up kendaraan hybrid di pasar, serta memberikan tambahan warranty untuk baterai menjadi 5 tahun atau 150.000 Km.
Selain itu, TAM terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran publik atas teknologi hybrid dengan memberikan edukasi melalui seminar pada ­event-event besar seperti GIIAS dan IIMS. (Kontan/Lidya Yuniartha/Muhammad Julian/Agung Hidayat)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved