Komandan Tim TNI Kopassus Sempat Sandiwara Bohong Jelang Misi Berbahaya, Ternyata Ada Tujuan Mulia

Seorang komandan tim kopassus pernah membohongi pasukannya dengan bersandiwara sebelum melakukan misi berbahaya

Komandan Tim TNI Kopassus Sempat Sandiwara Bohong Jelang Misi Berbahaya, Ternyata Ada Tujuan Mulia
Pasukan Kopassus yang akan diberangkatkan ke Lombak untuk misi penyelamatan di Gunung Rinjani terliaht sedang tertib mengantre di landasan Lanud Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur, Senin (30/7/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI) 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang komandan tim kopassus pernah membohongi pasukannya dengan bersandiwara sebelum melakukan misi berbahaya

Komandan tim Kopassus yang bersandiwara itu tak lain adalah Sintong Panjaitan, seperti dilansir dari buku 'Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' karya Hendro Subroto

Saat itu, terjadi pembajakan pesawat DC 9 Woyla dengan rute Jakarta-Medan pada 28 Maret 1981.

Sintong Panjaitan ditunjuk menjadi pemimpin operasi lapangan untuk misi pembebasan para sandera

Sintong menyadari kondisi anak buahnya sudah lelah dan kurang tidur akibat latihan yang terus-menerus dilakukan dan beban tanggung jawab keberhasilan misi ini

Untuk mengurangi rasa lelah anak buahnya, Sintong pun bersandiwara.

Ia keluar dari ruangan sambil berkata ia dipanggil oleh atasan

Lalu Sintong masuk kembali ke ruangan anak buahnya sambil melempar senjatanya dan berkata: "Setengah mati kita latihan. Ternyata kita tak jadi melakukan penyerbuan."

Ia menjelaskan pasukan Thailand tidak mau kalau pasukan Indonesia yang melakukan operasi pembebasan sandera.

"Jadi besok kita segera pulang. Matikan lampu, terus tidur," tambah Sintong

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved