Mengenal Pernikahan Berkonsep Hidden Temanggung, Lebih Alami dan Humanis

Berbeda dengan konsep lainnya, pernikahan berkonsep Hidden Temanggung, suasana acara terasa lebih humanis dan alami.

Mengenal Pernikahan Berkonsep Hidden Temanggung, Lebih Alami dan Humanis
IST
Pernikahan berkonsep Hidden Temanggung, suasana acara terasa lebih humanis dan alami. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jenuh dengan acara pernikahan yang konvensional, mendorong konseptor event untuk berinovasi di sana.

Hal itu yang menginspirasi perhelatan yang bertempat di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Kota Semarang baru-baru ini.

Dengan mengusung tema Hidden Temanggung, suasana acara terasa lebih humanis dan alami. Detil alam sengaja disuguhkan kepada para tamu diawal sebelum tamu memasuki ruang utama gedung.

Kemudian suara kicau burung berpadu sempurna dengan gemericik air yang mengalir yang berhias alami ikan koi yang berenang hidup di dalamnya menambah suasana terasa sejuk.

Ditambah lagi alunan merdu si hitam kecil yaitu jangkrik suatu harmoni alam yang dikreasikan pada siang hari itu.

Jawa Tengah Mendapat Penghargaan Provinsi Besar Sektor Pariwisata di Indonesia Attractiveness Award

"Selain itu, permainan pencahayaan sengaja dibuat sehangat sinar matahari pagi menjadi petualangan tersendiri bagi para tamu yang datang," ujar Conceptor Event Alvi Wijaya, dalam keterangannya Kamis, (25/7/2019).

Memasuki ruang utama, lanjut Alvi, tamu disuguhkan beragam spot foto asik khas isi rumah keluarga Jawa.

Terdapat rono sebagai setting ruang tamu dilengkapi meja kursi tamu kayu antik dengan berhias tirai jumputan khas rumah Jawa, dan yang tidak kalah ketinggalan adalah kandang burung perkutut yang menghiasi lengkap dengan burung perkututnya.

Salwa Nabila Zahra salah satu tamu undangan mengatakan, jalannya acara terasa menarik, karena ini adalah kali pertama suatu konsep pernikahan kontemporer di Semarang.

"Iring-iringan pengantin masuk diiringi rampaknya penari berirama rancak dengan musik sunda sebagai irama utamanya membuat acara semakin megah namun tampak tradisional," ujarnya.

Ia menambahkan, tema Hidden Temanggung coba untuk diketengahkan bukan tanpa alasan, di satu sisi karena kota ini merupakan kota dinas sang empunya kerja, disamping itu nilai budaya dari kesenian juga ada disana seperti jatilan. Tak lupa suasana alamnya ketika pagi menjadi sebuah lukisan alam yang tak ternilai.

"Konsep-konsep unik dengan mengcapture khasanah budaya lokal akan menjadi trend etnik atau kontemporer pernikahan. Karena inilah fase baru ide kreatifitas para pengusaha perencana pernikahan untuk mengelola aset budaya lokal sebagai magnet yang unik untuk menjadi citra bangsa di tengah globalisasi yang terus menggerus nilai khas kita," jelasnya. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved