Pedagang Pasar Banjarsari Pekalongan Marah, Merasa Sudah Tak Miliki Wali Kota Pembela Rakyat

Slamet dan pedagang lainnya merasa Wali Kota Pekalongan tidak memikirkan nasib para pedagang Pasar Banjarsari yang sudah terkatung-katung.

Pedagang Pasar Banjarsari Pekalongan Marah, Merasa Sudah Tak Miliki Wali Kota Pembela Rakyat
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kondisi bangunan Pasar Banjarsari dan pusat perbelanjaan modern yang hangus terbakar tahun lalu, Kamis (25/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - “Kami sudah tidak punya Wali Kota lagi,” tegas Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Banjarsari (P2PB) Slamet Mahfudh, menanggapi wacana Pemkot Pekalongan yang akan memindahkan Pasar Banjarsari ke Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

Slamet dan pedagang lainnya merasa Wali Kota Pekalongan tidak memikirkan nasib para pedagang yang terkatung-katung karena insiden terbakarnya Pasar Banjarsari pada Februari tahun lalu.

Pasalnya usai terbakarnya pasar, pedagang dipindah ke pasar daurat, yaitu di Taman Patiunus dan Lapangan Sorogenen.

Pemkot kala itu menjanjikan akan membangun Pasar Banjarsari, menggunakan dana APBD serta bantuan Provinsi Jawa Tengah, ditambah APBN.

Bahkan pada Juni 2019, Pemkot mengajukan Rp 200 miliar ke Pemerintah Pusat dalam Musrengbangnas dan menjadikan pembangunan Pasar Banjarsari sebagai prioritas.

Namun secara mendadak Pemkot menyurati DPRD terkait wacana adanya pemindahan Pasar Banjarsari, yang dibahas dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pekalongan pada Rabu (24/7/2019).

“Pedagang menolak adanya wacana pemindahan. Kami sudah dijanjikan Pasar Banjarsari akan dibangun kembali. Adanya wacana pemindahan, pedagang mulai melakukan gerakan dengan meminta dukungan, penandatanganan banner penolakan,” papar Slamet kepada Tribunjateng.com, Kamis (25/7/2019).

Dilanjutkan Slamet, terdapat sekitar 4 ribu pedagang yang akan melakukan aksi besar-besaran, jika wacana pemindahan benar-benar direalisasikan.

“Nasib kami sudah terkatung-kantung, pindah sana pindah sini, kami hanya ingin berdagang secara tenang. Dan kini kami kembali dibohongi, di mana Wali Kota saat kondisi sulit semacam ini. Bukannya memperjuangkan nasib kami, malah menghindar dari masalah,” katanya.

Slamet menuturkan, pedagang sudah mendengar adanya polemik terkait pembangunan Pasar Banjarsari dengan PT DISC yang membangun pusat perbelanjaan modern tepat di samping pasar.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved