Saat Penjualan Mobil Lesu, Pasar LCGC di Semarang Justeru Naik
Kepala Cabang Nasmoco Siliwangi, Ferdian Hendrawan sebut meski angka keseluruhan produk penjualan mobil menurun, namun segmen LCGC justru tumbuh
Penulis: rival al manaf | Editor: m nur huda
Kepala Cabang Nasmoco Siliwangi, Ferdian Hendrawan sebut meski angka keseluruhan produk penjualan mobil menurun, namun segmen LCGC justru tumbuh
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penjualan kendaraan roda empat pada semester pertama tahun 2019 mengalami penurunan di bandingkan periode yang sama pada tahun 2018.
Hal itu diungkapkan Nasmoco Kota Semarang yang masih memimpin pasar penjualan mobil sebesar 33 persen di Kota Lunpia. Terdiri dari diler Siliwangi, Pemuda, Majapahit, Kaligawe, dan Gombel kini mereka pasang strategi untuk menggenjot penjualan di semester ke dua.
"Pasar secara keseluruhan all produk semester satu lalu turun sekitar sebelas persen. Gambarannya jika tahun lalu perbulan kita bisa jual di angka 1800 an unit kemarin sekitar 1600 an unit," Terang Kepala Nasmoco Pemuda, Sujaka didampingi empat kepala cabang Nasmoco area Semarang.
Ditemui saat menggelar pameran bertajuk E Sensation Agya Bahagya di Atrium Java Supermal, Kamis (25/7/2019) ia menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi penjualan dari tahun lalu.
"Pertama jelas situasi politik, pemilihan presiden jelas berpengaruh, instansi yang biasanya melakukan pembelian dalam jumlah banyak cenderung pending dahulu, mereka wait and see," ucap Sujaka saat ditemui Tribun Jateng.
Kini, setelah kondisi politik lebih 'adem' ia optimis bisa mengejar defisit yang ada di semester pertama. Setidaknya angka penjualan 1800 unit perbulan bisa kembali dicapai di sisa tahun 2019 ini.
Sementara itu, Kepala Cabang Nasmoco Siliwangi, Ferdian Hendrawan menambahkan meski secara angka keseluruhan produk menurun, namun ia melihat untuk segmen LCGC justru mengalami pertumbuhan.
"Jadi khusus untuk Agya memang trennya justru naik di Nasmoco area Semarang mengalami lonjakan 10 persen dibanding semester pertama tahun lalu," imbuh Ferdi.
Ia menyebut angkanya memang bisa mengalahkan Avanza sebagai pemimpin pasar, meski demikian ada potensi agar produk LCGC bisa menjadi primadona di semester dua.
"Karena Agya ini memang produk entri level, cocok untuk keluarga baru, para milenial yang memang segmen gemuk. Terlebih di kelas LCGC Agya juga termasuk paling unggul dengan kabin yang lebih luas dan performa yang lebih tangguh," imbuh Fredian.
Atas dasar itulah kemudian pameran yang digelar di Java Supermal selama tanggal 23 hingga 30 Juli itu diberi tajuk Agya Bahagya. Selain fokus untuk penjualan Agya mereka juga memajang Avanza, Calya, hingga Rush.
"Tapi pengunjung juga bisa menanyakan produk Toyota yang lain. Target kami selama pameran ini kurang lebih sampai 50 surat pemesanan kendaraan," pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/para-kepala-cabang-nasmoco-area-semarang-mobil-agya-dalam-pameran-e-sensation-agya-bahagya.jpg)