Bupati Rembang Yakin Angka Kemiskinan Menurun, Berikut Upayanya Agar Capai 11,5 Persen

Meski saat ini angka kemiskinan di Bumi Dampo Awang masih berada angka 15,41 persen, pihaknya optimistis bisa mencapai target tersebut.

Bupati Rembang Yakin Angka Kemiskinan Menurun, Berikut Upayanya Agar Capai 11,5 Persen
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bupati Rembang Abdul Hafidz. 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Pemkab Rembang menargetkan angka kemiskinan turun jadi 11,5 persen.

Meski saat ini angka kemiskinan di Bumi Dampo Awang masih berada angka 15,41 persen, pihaknya optimistis bisa mencapai target tersebut.

“Meskipun masih tinggi (angka kemiskinan), tapi trennya terus turun,” kata Bupati Rembang Abdul Hafidz saat ditemui Tribunjateng.com, Jumat (26/7/2019).

Target yang telah dipatok itu, kata Hafidz, tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dalam lima tahun kepemimpinannya, dia optimistis bisa memenuhi target yang telah dipatoknya.

“Penurunan angka kemiskinan ini dari semula Rembang rangking kelima termiskin di Jawa Tengah, kini menjadi rangking 7. Kami upayakan terus sesuai dengan RPJMD 11,5 persen,” katanya.

Upaya yang pihaknya lakukan demi menurunkan angka kemiskinan di antaranya yaitu mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal itu dilakukan dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan yang pada akhirnya mampu memberdayakan masyarakat Rembang.

Konkretnya, upaya penurunan kemiskinan tidak hanya berupa bantuan langsung materi, tetapi berwujud pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi di wilayah setempat.

“Program-program kemiskinan yang kami lakukan, termasuk dari segi kesehatan, kesejahteraan juga terus dipikirkan. Contoh penanggulangan BABS (Buang Air Besar Sembarangan) dilombakan. Yang paling baik kami beri award (penghargaan),” katanya.

Belilah rokok bercukai ilegal

Capaian lain yang terdapat di Kabupaten Rembang yaitu banyaknya warga yang menyatakan berhenti sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Meski jumlah penerima program tersebut masih sekitar 71 ribu, tetapi banyaknya yang menyatakan mundur. (Rifqi Gozali)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved