Pengerjaan Tol Semarang-Demak Tidak Harus Menunggu Seluruh Pembebasan Lahan Selesai

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebut, pengerjaan tol Semarang - Demak nantinya tidak harus menunggu seluruh lahan bebas terlebih dahulu.

Pengerjaan Tol Semarang-Demak Tidak Harus Menunggu Seluruh Pembebasan Lahan Selesai
ISTIMEWA
Walikota Hendi Sedang Berbincang Dengan Mentri PUPR Basuki Meninjau Infrastruktur Di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebut, pengerjaan tol Semarang - Demak nantinya tidak harus menunggu seluruh lahan bebas terlebih dahulu.

Pembebasan lahan untuk tol Semarang - Demak dilakukan secara paralel.

"Jadi semuanya paralel tidak menunggu lahan bersih bebas semua baru kerjain, saya setuju dengan model seperti ini. Model-model seperti ini adalah model-model meniru idenya Pak Presiden Jokowi di dalam penyelesaian-penyelesaian pekerjaan pembebasan lahan, mulai saat beliau jadi Wali Kota, jadi gubernur dan sekarang diterapkan di dalam pekerjaan tol dimana pun," katanya.

Pengerjaan secara paralel tersebut, menurutnya, akan memangkas waktu. Sehingga, proyek pengerjaan dapat segera rampung dan dinikmati oleh masyarakat.

Dikatakannya, saat ini sudah ada beberapa ruas untuk tol Semarang - Demak yang sudah bisa langsung dikerjakan.

"Ada beberapa ruas yang sudah bisa dikerjakan untuk tol Semarang - Demak. Jadi konsep pekerjaannya saya rasa seperti tol-tol yang lain, pararel. Session satu dikerjakan, session dua-tiga dilakukan pembebasan terus,” ujarnya.

Hendi pun optimis pengerjaan tol Semarang - Demak tidak akan memakan waktu yang lama. Adapun saat ini pemenang lelang sudah ditetapkan, yaitu perusahaan konsursium dari PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Misi Mulia Metrical.

Keputusan tersebut dituangkan dalam surat PB.02.01-Mn/1347 tanggal 17 Juli 2019 perihal penetapan pemenang pada pelelangan pengusahaan jalan tol Semarang - Demak yang terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut di Kota Semarang.

Tol Semarang -Demak ini juga berfungsi sebagai sabuk pantai yang nantinya dapat menjadi solusi adanya rob dan banjir di beberapa wilayah pesisi Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Selain itu, keberadaan tol Semarang – Demak juga dapat mengurai kemacetan yang ada di Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminudin menambahkan, tol tersebut sekaligus menjadi tanggul laut ini membentang dari exit tol Kaliwungu Kendal hingga exit tol Semarang-Demak.

"Panjangnya sekitar 27 kilometer dari Kaliwungu hingga perbatasan Demak. Ini sekaligus sebagai tanggul laut untuk mengatasi rob dan banjir di Kota Semarang," katanya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved