DPRD Kota Pekalongan Ancam Bekukan Dana Rp 46 Miliar, Jika Pasar Banjasari Dipindah

DPRD Kota Pekalongan sepakat akan membekukan dana Rp 46 miliar jika pembangunan Pasar Banjarsari dipindah ke Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan

DPRD Kota Pekalongan Ancam Bekukan Dana Rp 46 Miliar, Jika Pasar Banjasari Dipindah
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Sejumlah anggota DPRD dan jajaran Pemkot Pekalongan ikuti Rapat Paripurna pengambilan putusan prioritas dan plafon anggaran di Gedung DPRD, Sabtu (27/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - DPRD Kota Pekalongan sepakat akan membekukan dana Rp 46 miliar jika pembangunan Pasar Banjarsari dipindah ke Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

Pasalnya dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan Pasar Banjarsari di lokasi awal yang terletak di Jalan Sultan Agung Pekalongan Timur.

Adapun rincian dana prioritas pembangunan Pasar Banjarsari, Rp 11 miliar dari APBD Kota Pekalongan, Rp 10 miliar bantuan Pemprov Jateng, serta Rp 25 miliar dalam anggaran perubahan APBD tahun 2019.

Ketua DPRD Kota Pekalongan, Belgis Diab, saat memimpin Rapat Paripurna pengambilan putusan prioritas dan plafon anggaran di Gedung DPRD, menjelaskan, penanganan Pasar Banjarsari menjadi satu di antara pembahasan rapat.

“Kami sepakat, anggaran pembangunan pasar yang sudah ditetapkan tidak bisa digunakan. Terkecuali untuk pembangunan Pasar Banjarsari di lokasi semula,” jelasnya, Sabtu (27/7/2019).

Dilanjutkannya, DPRD Kota Pekalongan telah menyetujui dan mendukung anggaran penetapan 2019 untuk pembangunan Pasar Banjarsari, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya.

“Pasar Banjarsari sangat memprihatinkan kondisinya, karena belum bisa dilakukan pembangunan sama sekali. Untuk itu, kami tekankan agar Pemkot segera menyelesaikan permasalahan dengan pihak ke-tiga yang menjadi kendala dalam pembangunan pasar,” tuturnya.

Dipaparkan Belgis, DPRD tidak menyetujui pemindahan Pasar Banjarsari dengan alasan apapun, karena pasar tersebut menjadi ruh pedagang.

"Sekali lagi kami tekankan, agar ada transparasi terkait wacana pemindahan pembangunan pasar, dengan melibatkan para pedagang serta DPRD dalam pembahasannya,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved