Kisah Petani di Tegal Lawan Kemarau, Pasang Selang Beribu-ribu Meter untuk Aliri Lahan Sawah

Tak tanggung-tanggung, selang panjang pun dipasang untuk mengaliri air ke masing-masing lahan pertanian atau sawah mereka

Kisah Petani di Tegal Lawan Kemarau, Pasang Selang Beribu-ribu Meter untuk Aliri Lahan Sawah
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Maryono (47) memeriksa selangnya di sekitar lahan sawah Desa Harjawinangun, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Sabtu (27/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Musim kemarau membuat sumber aliran air di Desa Harjawinangun, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menyusut.

Warga sekitar pun terpaksa menggunakan selang plastik untuk memperoleh air dari sumber aliran air lainnya di luar Desa.

Tak tanggung-tanggung, selang panjang pun dipasang untuk mengaliri air ke masing-masing lahan pertanian atau sawah mereka.

Hal itu dilakukan oleh salah seorang petani Desa Harjawinangun, Maryono (47) saat ditemui Tribunjateng.com, Sabtu (27/7/2019).

Saat musim kemarau seperti ini, Maryono menuturkan, para petani biasa memasang selang di Sungai Gonggo, Desa Bukateja, Kecamatan Balapulang agar mendapat aliran air.

Pasalnya, sungai Kali Batu dan Kali Aur yang biasa dipakai untuk mengairi lahan sawah sekitar Desa Harjawinangun mulai mengering.

"Kalau musim kemarau, para petani sudah biasa seperti ini. Mereka memasang selang panjang dari Sungai Gonggo ke lahan sawah. Sungai itu berada di luar desa. Ini sudah tradisi musim kemarau," cerita Yono, panggilannya kepada Tribunjateng.com.

Yono menyebut, selang yang dibuat dan dipasang dirinya yakni sepanjang 2 Kilometer atau 2000 meter.

Setiap hari, Yono harus mengecek selang yang dipasangnya secara tersambung-sambung.

Hal itu dilakukan agar memastikan aliran air dari Sungai Gonggo bisa sampai ke lahan pertanian.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved