Ratusan Siswa Ramaikan Lomba Menggambar Bertema Kebangsaan di Boyolali

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng menggelar kegiatan bertajuk "Jawa Tengah Benteng Pancasila"

Ratusan Siswa Ramaikan Lomba Menggambar Bertema Kebangsaan di Boyolali
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Sejumlah siswa PAUD/TK dan SMA mengikuti lomba mewarnai dan poster dengan tema "Jateng Benteng Pancasila" di Balai Sidang Mahesa Boyolali, Sabtu (27/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng menggelar kegiatan bertajuk "Jawa Tengah Benteng Pancasila" yang terpusat di Balai Sidang Mahesa Boyolali, Sabtu (27/7/2019)

Ketua panitia acara Mularso mengatakan rangkaian kegiatan yang ada telah dimulai sejak Jumat (26/7/2019) diawali dengan seminar pasamuan jawa tengah benteng Pancasila.

"Pasamuan sendiri kami hadirkan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, kemudian KH Ubaidillah Shodaqoh rais syuriah PWNU Jateng, dan Sofyan Tsauri mantan polisi teroris sebagai narasumber kemarin. Juga penampil budayawan Sosiawan Leak," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Balai Sidang Mahesa Boyolali, Sabtu (27/7/2019)

Sedang hari ini kata dia, khusus sejumlah perlombaan mulai lomba poster, tumpeng nusantara, dan akan ditutup dengan doa bersama lintas agama.

Ia menambahkan, lomba menggambar bertema kebangsaan sendiri sengaja diadakan dengan melibatkan siswa PAUD dan TK dimaksudkan menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.

"Temanya mencintai negara peserta bebas mewarnainya yang kami nilai adalah kerapian, komposisi warna karena ya peserta masih anak-anak. Total peserta ada sekira 611 orang dari perwakilan PAUD dan TK di Boyolali," katanya

Menurut Mularso lomba mewarnai sendiri bukanlah yang utama melainkan semangat menjaga kerukunan sebagai sesama anak bangsa, lalu juga mengasah kreativitas.

Sedang peserta lomba menggambar poster untuk tingkat SMA dengan tema serupa seputar kebangsaan. Mereka bebas mengekplorasi dan menuangkan dalam bentuk visual gambar mulai kampanye NKRI harga mati, kesatuan persatuan disimbolkan seperti apa, kemudian kerukunan antar umat beragama.

"Untuk peserta menggambar poster sendiri total ada 60 orang. Kami menyediakan hadiah beragam untuk tingkat PAUD/TK total uang pembinaan Rp 10 juta dengan tropi dan piagam. Sedang poster SMA hanya Rp 5 juta," ujarnya

Pada setiap lomba lanjutnya dibatasi waktu menggambar ataupun mewarnai masing-masing maksimal empat jam. Lomba mewarnai peserta diharuskan menggunakan perlengkapan dari panitia.

Seorang peserta lomba poster Kartika Bahari Cahaya Dewi (16) asal SMA Pradita Dirgantara Boyolali mengungkapkan tidak melakukan persiapan khusus.

Terkait tema yang diberikan panitia tentang kebangsaan dia tidak merasa ada kesulitan. Ia hanya berharap nanti poster bikinan para peserta dapat dipajang dan dinikmati banyak orang.

"Menjadi motivasi kebangsaan Indonesia begitu saja. Apalagi ditengah kemajuan teknologi justru kita krisis kebangsaan. Media sosial dijadikan sebagai media memisahkan identitas rasa persatuan dan kesatuan," sebutnya

Kartika sendiri berencana membuat poster yang menggambarkan Indonesia sebagai sebuah baju. Menurut dia apabila baju telah mengalami robek tidak bisa dipakai kembali.

"Meskipun dijahit berkali-kali rasanya akan tetap berbeda ketika dipakai. Kira-kira begitu ide saya yang ingin saya sampaikan melelui lomba poster kali ini," tegas peraih Juara 2 nasional lomba melukis pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) 2017 itu. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved