Rentenir Online: Nasabah Fintech Korban Pelecehan Seks Komersial Tempuh Jalur Hukum

YI (51), tak menyangka upayanya meminjam uang di aplikasi financial technology ( fintech ) Incash berujung malapetaka

Rentenir Online: Nasabah Fintech Korban Pelecehan Seks Komersial Tempuh Jalur Hukum
ISTIMEWA
ilustrasi pinjaman online 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO -- YI (51), tak menyangka upayanya meminjam uang di aplikasi financial technology ( fintech ) Incash berujung malapetaka, setelah seorang oknum debtcollector pinjol tega membuat fitnah.

Fitnah itu berupa iklan poster berisi promosi seks komersial yang mengatasnamakan YI. Poster itu disebarkan di media sosial, dan sempat viral beberapa waktu lalu.

Warga Kecamatan Serengan, Kota Solo itu membeberkan, butuh uang untuk membiayai pendidikan dua buah hatinya.

Ia harus mencari nafkah sendiri karena sedang menjalani proses perceraian dengan sang suami.

"Saya bingung waktu itu cari uang instan di mana. Lalu saya dapat SMS blast berisi pinjaman dana online.

Saya tertarik, karena terpaksa tidak ada jalan lain," ungkapnya, ditemui di kantor Lembaga Bantuan Hukum Solo Raya, Centra Niaga Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (25/7).

YI pun mengakses nomor Whatsapp yang dilampirkan dalam SMS blast fintech Incash itu. Selanjutnya, ia melakukan registrasi peminjaman dengan seorang operator pinjaman online (pinjol) melalui Whatsapp.

Operator pun meminta YI mengirimkan foto diri setengah badan sambil memegang KTP.

Selain itu, YI diminta memfoto sejumlah berkas dan pernyataan persetujuan pihak peminjam untuk mengakses semua kontak dalam ponselnya.

Dalam proses verifikasi itu, YI mengajukan permohonan pinjaman uang sebesar Rp 1 juta dengan tenor 7 hari.

Halaman
1234
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved