Begini Cara Komunitas Denok Kenang Semarang Ajak Peserta Belajar Sekaligus Plesiran di Kota Lama
Lunturnya rasa keinginan mempelajari budaya bangsa sendiri, dicoba diantisipasi oleh Komunitas Denok Kenang Kota Semarang.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lunturnya rasa keinginan mempelajari budaya bangsa sendiri, dicoba diantisipasi oleh Komunitas Denok Kenang Kota Semarang.
Salah satunya melalui Nyinau lan Plesir (Nyisir) di Kawasan Kota Lama, Semarang, Minggu (28/7/2019).
Sejak pagi hingga sore hari, belasan remaja usia sekolah mengikuti kegiatan yang diadakan sebagai bagian dari program kerja Komunitas Denok Kenang Kota Semarang tahun ini.
Kegiatan dalam Nyisir ini dibagi di 5 pos.
Pos 1 di Kampung Batik, dimana para peserta diajak membuat batik sederhana.
Lalu pos 2 di Gedung Monod Diephuis, peserta diajak bermain gamelan.
Sementara pos 3 di Taman Garuda, mereka diajak menari Semarangan.
Pos 4 di Polder Tawang, para peserta mengikuti games memasukkan pensil ke dalam botol.
Lalu pos terakhir di Gedung Oudetrap, para peserta membuat lumpia.
Teknisnya, belasan peserta itu dibagi menjadi empat kelompok.
Masing-masing kelompok harus menyelesaikan setiap tantangan yang ada di tiap pos.
Mereka yang berhasil menyelesaikan semua tantangan di 5 pos yang ada, otomatis menjadi pemenangnya.
Koran harian Tribun Jateng menjadi media partner kegiatan yang meriah ini.
Para peserta pun tampak riang gembira mengikuti serangkaian kegiatan yang ada.