Dinas Koperasi Akan Publikasikan Koperasi yang Sehat dan Tidak di Kota Semarang

Sejumlah 81 koperasi di Kota Semarang dinyatakan tidak aktif, Pemkot Semarang terus melakukan monitoring.

Dinas Koperasi Akan Publikasikan Koperasi yang Sehat dan Tidak di Kota Semarang
ISTIMEWA
Hari Koperasi : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Kepala Dina Koperasi Bambang Suranggono mengangkat bendera start jalan sehat peringatan hari koperasi di Balaikota Semarang, Minggu (28/7/2019). Istimewa 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah 81 koperasi di Kota Semarang dinyatakan tidak aktif.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Semarang, Bambang Suranggono.

Ditemui dalam jalan sehat perayaan hari koperasi di Balaikota Semarang, Minggu (28/7/2019) ia menjelaskan total di Kota Lunpia terdata ada 699 koperasi.

"Dari jumlah itu yang tercatat aktif dan sehat sebanyak 618 koperasi. Aktif dan sehat itu dalam artian mereka rutin melaksanakan RAT, dan tumbuh," terang Bambang.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan monitoring, dan menjangkau 81 koperasi yang tidak aktif tersebut. Dinas Koperasi akan memberikan pendampingan baik dari segi kepengurusan dan manajerial.

"Kami dekatkan mereka dengan teknologi informasi, kami dampingi dan pantau. Minta mereka membuat laporan. Keinginan kami adalah 699 koperasi itu bisa tumbuh bersama," bebernya lebih lanjut.

Kedepan ia mewacanakan akan menyampaikan kepada publik mana koperasi yang sehat dan tumbuh dan mana yang tidak. Hal itu menurutnya penting untuk masyarakat.

"Kedepan kami bukan hanya menyampaikan informasi koperasi itu sehat atau tidak kepada pengurus saja. Tapi kami memberi tantangan kepada koperasi, kedepan akan memblowup sehingga masyarakat bisa memilih mana yang sehat mana yang tidak. Ujung-ujungnya kan untuk kesejahteraan masyarakat juga," beber Bambang.

Di lain sisi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang membuka peringatan hari koperasi itu berharap upaya peningkatan kelas koperasi bisa segera dilakukan dan membuahkan hasil.

"Koperasi itukan membangkitkan ekonomi terutama untuk kelas menengah ke bawah. Maka pertumbuhannya harus selalu disupervisi. Karena bersama dengan tumbuh kembang koperasi pasti akan diikuti dengan pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang," timpalnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved