Pelajar NU Brebes Siap Ikut Sukseskan Gerakan Kembali Bersekolah

Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Brebes bertekad turut serta mensukseskan program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Pelajar NU Brebes Siap Ikut Sukseskan Gerakan Kembali Bersekolah
ISTIMEWA
Pengurus PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Brebes melakukan audiensi dengan Disdikpora, di ruang rapat Disdikpora Kabupaten Brebes, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Brebes bertekad turut serta mensukseskan program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

GKB membutuhkan uluran tangan dari seluruh komponen masyarakat. Maka dari itu, pelajar NU dari berbagai tingkatan akan terjun bersama-sama mensukseskan GKB.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua PC IPNU Brebes, Dwi Satrio, saat audiensi dengan jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Brebes, kemarin.

"Dari tingkatan ranting hingga PC, kami siap mendata, mengajak hingga mendampingi anak-anak Brebes yang tidak sekolah atau putus sekolah agar bisa kembali bersekolah," ujar Satrio, dalam rilisnya, Minggu (28/7/2019).

Meraih pendidikan yang tinggi, kata Satrio, menjadi cita cita utama para pelajar NU dalam meniti kehidupan di dunia baik formal maupun non formal. Jadi ketika ada warga Brebes yang tidak bisa sekolah menjadi keprihatinan bersama.

Selain menyampaikan tekad mensukseskan GKB, Satrio juga prihatin maraknya radikalisme di kalangan pelajar. Menurutnya, tidak sedikit pelajar yang sudah terpapar paham radikalisme. Sehingga dibutuhkan pendampingan khusus atau pengawalan kepada pelajar.

"IPNU di setiap jenjang telah berupaya melakukan kontra narasi. Karena persoalan ini tidak bisa dilawan oleh seorang saja atau satu lembaga saja, maka langkah bersama akan lebih cepat mengurangi dan mengentaskan paham radikalisme di kalangan pelajar,” ucapnya.

Maraknya kenakalan remaja dan tawuran pelajar juga menjadi sorotan IPNU-IPPNU Brebes. Satrio mengungkapkan, kalau kenakalan remaja dan tawuran pelajar di Brebes juga kerap terjadi.

Kata Satrio, penyebabnya antara lain kurangnya pengawasan dari sekolah dan orang tua sendiri. Untuk itu, Disdikpora harus mengambil langkah langah strategis untuk meminimalisir terjadinya kenakalan dan tawuran.

“Kami mengajak Dindikpora untuk menjalin kerjasama ke dalam tiga hal tersebut,” ungkap Satrio.

Audiensi IPNU-IPPNU Brebes di ruang rapat Disdikpora Kabupaten Brebes diterima Sekretaris Disdikpora, Ujang Puri, didampingi Kabid Dikdas, Rojat, dan Kasi Kurikulum Aditya serta pejabat lainnya.

Sekdin Dsdikpora, Ujang Puri menyambut baik kunjungan dari PC IPNU-IPPNU Brebes. Dia menyepakati apa yang menjadi keinginan pelajar NU dan memberikan dorongan dan motivasi kepada seluruh pelajar baik yang tergabung dalam organisasi pelajar NU maupun pelajar lain di sekolah.

Pihaknya menyampaikan dengan tegas, siap membantu dan bekerja sama dengan siapapun demi kemajuan Brebes, termasuk dari pelajar NU. Ujang meminta agar IPNU-IPPNU menindaklanjuti hasil dari audiensi, yakni progam pencegahan radikalisme, kenakalan remaja dan Gerakan Kembali Bersekolah. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved