Usaha Koperasi Bisa Pinjam Kredit Wibawa Kota Semarang, Tak Sekadar UMKM, Syaratnya Juga Mudah

Kepala Dinperindagkop UMKM Kota Semarang, Bambang Suranggono menyebutkan, hingga akhir Juli 2019 sudah menyalurkan Rp 11 miliar kredit wibawa.

Usaha Koperasi Bisa Pinjam Kredit Wibawa Kota Semarang, Tak Sekadar UMKM, Syaratnya Juga Mudah
ISTIMEWA
Hari Koperasi : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama Kepala Dinas Koperasi Bambang Suranggono mengangkat bendera start jalan sehat peringatan hari koperasi di Balai Kota Semarang, Minggu (28/7/2019). Istimewa 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Dinperindagkop UMKM) Kota Semarang meningkatkan anggaran untuk kredit wibawa pada 2018 lalu.

Kredit wibawa ialah kredit bunga rendah tanpa agunan untuk UMKM di Kota Semarang.

Dengan besaran mulai Rp 5 juta hingga 50 juta, program itu memang ditujukan untuk pengembangan usaha.

Kepala Dinperindagkop UMKM Kota Semarang, Bambang Suranggono menyebutkan, hingga akhir Juli 2019 pihaknya sudah menyalurkan Rp 11 miliar kredit wibawa.

"Tahun lalu disalurkan sebesar Rp 8,5 miliar. Jadi saat ini sudab melebihi penyaluran tahun lalu," terang Bambang saat ditemui Tribunjateng.com di halaman Balai Kota Semarang, Minggu (28/7/2019).

Dijumpai setelah membuka jalan sehat perayaan Hari Koperasi, ia menyebut, selain untuk UMKM, kredit wibawa juga disalurkan melalui koperasi sehingga bisa dimanfaatkan anggotanya.

Hal itu juga dilakukan untuk mendorong koperasi naik kelas.

Ia ingin seluruh koperasi bisa tumbuh untuk mendorong kemampuan ekonomi warga Semarang.

"Jumlah itu masing bisa bertambah jika memang ada koperasi yang meminta untuk menyalurkan kredit wibawa. Kami akan berikan fasilitas syaratnya hanya cukup dengan koperasi itu sudah berdiri selama dua tahun dan dengan status sehat," tegasnya lebih lanjut.

Dengan kucuran dana itu ia berharap koperasi bisa tumbuh untuk mengikuti tantangan revolusi industri.

Ia juga memantau berapa banyak koperasi yang sudah mulai bermigrasi dan memiliki layanan online hingga e-Commerce.

"Kalau dilihat dari data kami saat ini koperasi di Semarang yang sudah go online ada sebesar 10 sampai 15 persen jadi kira-kira hampir 100 koperasi," imbuhnya.

Ia memang mendorong koperasi untuk mengikuti perkembangan teknologi.

Upaya itu dilakukan dengan melakukan pendampingan dan penyuluhan tentang memanajem manajemen perkoperasian secara online.

"Bahkan monitoring, evaluasi, pelaporan, kepada dinas juga dilakukan secara online," pungkasnya. (Rival Almanaf)

Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved