Angka Kematian Ibu Hamil Masih Tinggi, Dinkes Catat Ada 20 Desa Rawan di Kendal

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal upayakan agar Angka Kematian Ibu hamil (AKI) bisa penurunan.

Angka Kematian Ibu Hamil Masih Tinggi, Dinkes Catat Ada 20 Desa Rawan di Kendal
huffingtonpost.com
Ilustrasi ibu hamil. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal upayakan agar Angka Kematian Ibu hamil (AKI) bisa penurunan.

Pasalnya saat ini masih ada 20 desa di Kabupaten Kendal yang memiliki AKI masih tinggi.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Kendal, Endang Jumani menuturkan, 20 desa itu yakni Desa Wonosari Kecamatan Pegandon, Bandengan Kecamatan Kendal, Sukodadi Kecamatan Singorojo.

Desa Campurejo Kecamatan Boja, Plantaran Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kebonsari Kecamatan Rowosari, Lanji Kecamatan Patebon, Tlogopayung Kecamatan Plantungan, Kalilumpang Kecamatan Patean, dan Tampingwinarno Kecamatan Sukorejo.

Selanjutnya yaitu Desa Bebengan Kecamatan Boja, Sidomukti Kecamatan Weleri, Pucangrejo Kecamatan Gemuh.

Desa Ringinarum dan Damarsari Kecamatan Cepiring, Lebosari Kecamatan Kangkung, Rejosari Kecamatan Brangsong, Dempelrejo Kecamatan Ngampel, Tamanrejo Kecamatan Limbangan, serta Sumberejo Kecamatan Kaliwungu.

"Pada tiap tahun mengalami penurunan, Sampai Juni tahun ini sudah ada 7 Ibu hamil yang meninggal. Pada tahun sebelumnya ada 17 ibu yang meninggal, dan 2017 ada 25 orang yang meninggal," katanya, Senin (29/7/2019).

Ia mengatakan, untuk mengurangai AKI, pihaknya membuat program pemfokusan pengurangan AKi di 20 desa tersebut dengan membentuk tim audit maternal parimata.

Tim ini dibentuk untuk melakukan pengauditan jumlah AKI di tiap desa dan mengetahui penyebab kematian ibu hamil di tiap desa sehingga dapat dilakukan langkah untuk menguranginya.

"Dengan begitu kami harap AKI di Kendal mengalami penurunan karena AKi menjadi salah satu indikator derajat kesehatan suatu daerah," ujarnya

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menyiapkan berbagai formula untuk mewujudkan hal tersebut.

Satunya yakni melalui Program Jaminan Persalinan bagi warga kurang mampu.

“Setiap puskesmas memiliki program jaminan persalinan bagi warga kurang mampu. Program ini dapat digunakan bagi mereka yang belum tercover jaminan kesehatan sehingga mendapat pertolongan persalinan," pungkasnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved