Harga Emas Hari Ini : Spekulasi Bunga Sejumlah Bank Sentral Dunia Topang Logam Mulia

Harga logam mulia kembali menguat pada Jumat (26/7) lalu. Tren penurunan suku bunga acuan yang bakal dilakukan bank sentral

Harga Emas Hari Ini : Spekulasi Bunga Sejumlah Bank Sentral Dunia Topang Logam Mulia
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Ilustrasi harga emas di Semarang hari ini 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Harga logam mulia kembali menguat pada Jumat (26/7) lalu. Tren penurunan suku bunga acuan yang bakal dilakukan bank sentral di beberapa negara memberi tenaga bagi komoditas safe haven itu.

Pada Jumat (26/7) sore, harga emas untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange (Comex) tercatat menguat sekitar 0,29 persen ke level 1.431,70 dollar AS/ons troi. Sedangkan harga perak naik sekitar 0,36 persen menjadi 16,47 dollar AS/ons troi.

Adapun harga logam mulia jenis paladium naik 0,08 persen ke level 1.532 dollar AS/ons troi. Namun, harga platinum tidak mengikuti pergerakan harga komoditas logam mulia yang lain, lantaran cenderung turun 0,24 persen ke level 864,94 dollar AS/ons troi.

Analis Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, sejauh ini sikap bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) yang cenderung dovish dan memiliki wacana memangkas suku bunga acuannya bisa memicu pelemahan pada kurs dollar AS.

Menurut dia, pelemahan dollar AS itu sudah sewajarnya akan diiringi dengan penguatan harga komoditas, terutama save haven.

Outlook dovish itu bukan hanya dari The Fed, tapi juga European Central Bank (ECB) hingga Bank of Japan (BoJ). Bahkan, Bank Indonesia (BI) sudah memangkas suku bunga acuan pada pekan lalu.

"Karena itu efek terkuat dari tren pelonggaran moneter tersebut pastinya akan terasa pada harga emas, baik emas dunia ataupun milik Aneka Tambang (Antam), dan logam mulia lain," jelasnya, Jumat (26/7).

Wahyu menuturkan, beberapa perbedaan fundamental jangka pendek dan jangka menengah, membuat laju kepergerakan harga keempat metal tersebut agak berbeda. Harga emas dan paladium cenderung agresif, sedangkan harga perak dan platinum cenderung stagnan.

Namun, tren moneter dovish bisa memicu penguatan atau rebound untuk semua jenis logam mulia. "Secara fundamental dan teknikal, logam mulia masih akan bullish di jangka panjang," jelasnya.

Hingga akhir tahun, Wahyu memperkirakan harga emas bakal menguji level 1.500 dollar AS/ons troi. Hanya saja, kenaikan harga emas dalam jangka pendek dinilai terbatas.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved