Kapolres Pati: Cegah Radikalisme Dengan Memutus Jaringan Terorisme dan Bangkitkan Giat Keagamaan

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Ariantomengucapkan banyak terima kasih kepada GP Ansor dan Banser yang telah aktif dalam menangkal radikalisme.

Kapolres Pati: Cegah Radikalisme Dengan Memutus Jaringan Terorisme dan Bangkitkan Giat Keagamaan
Humas Polres Pati
Bertempat di rumah Joglo Quran Pondok Pesantren Al-Manaj Desa Semampir RT 06 RW 02 Kecamatan Pati, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto SIK menghadiri kegiatan kopdar Aswaja dan diskusi panel, Minggu, (28/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bertempat di rumah Joglo Quran Pondok Pesantren Al-Manaj Desa Semampir RT 06 RW 02 Kecamatan Pati, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto SIK menghadiri kegiatan kopdar Aswaja dan diskusi panel, Minggu, (28/7/2019).

Tema acara itu adalah Membaca Arah Radikalisme di Bumi Nusantara oleh pengurus cabang majelis dakwah dan shalawat Rijalul Ansor GP Ansor kabupaten Pati.

Pada kesempatan itu Kapolres Pati mengucapkan banyak terima kasih kepada GP Ansor dan Banser yang telah aktif dalam menangkal radikalisme.

“Kita mencegah radikalisme dengan cara melakukan pemutusan jaringan terorisme, melakukan upaya hukum terhadap pelaku terorisme dan radikalisme."

"Kemudian kita bangkitkan kembali kegiatan keagamaan untuk mencegah radikalisme, sebab sasaran terorisme adalah mengubah tatanan pemerintahan."

"Mengancam elit politik dengan tujuan memasukkan ideologi teroris di pemerintahan,” ucap Kapolres Pati dalam sambutanya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pati Kyai Yusuf Hasyim, S.Ag. M.Si mengatakan, jika kini tugas berat aparat keamanan untuk mencegah radikalisme dan terorisme yang berpotensi munculnya radikalisme, meskipun kelompok mereka yang sangat kecil dalam proporsi jumlah penduduk Indonesia.

Namun, lanjut dia, tindakan mereka menyebabkan keresahan masyarakat.

“Kinilah saatnya kita berpikir secara serius upaya penanganan penanaman ajaran radikal di kalangan generasi muda."

"Pembinaan Islam di tingkat sekolah menengah atas mungkin lebih mudah dilakukan oleh guru agama atau pihak sekolah,” terangnya. (*)

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved