Paskasopir Trailer Nyabu Tabrak Puskesmas, Intip Jaringan Sabu di Semarang

Tribun Jateng, Jumat-Sabtu (27/7) menelusuri peredaran narkoba jenis sabu di Kota Semarang dan sekitarnya.

Paskasopir Trailer Nyabu Tabrak Puskesmas, Intip Jaringan Sabu di Semarang
KOMPAS.com/A FAIZAL
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berdasar pengakuan beberapa orang yang tertangkap "nyabu" mereka mendapatkan barang haram itu dari pemasok di Kota Semarang.

Termasuk pengakuan Solchan sopir truk trailer yang menabrak Puskesmas di Mojosongo Boyolali, Kamis pagi.

Dia mengaku saat Rabu malam mengonsumsi sabu di kawasan Tanjung Emas Semarang. Kemudian Kamis pagi truk trailer yang dia kemudikan kecelakaan di Boyolali. Seorang mahasiswi sedang di Puskesmas meninggal dunia akibat kecelakaan truk itu.

Tribun Jateng, Jumat-Sabtu (27/7) menelusuri peredaran narkoba jenis sabu di Kota
Semarang dan sekitarnya. Tribun menemui pengedar dan pengguna narkoba.

Berdasar pengakuan mereka, barang haram itu dipasok dari Jakarta kemudian diedarkan di Semarang.

Pengendali sabu adalah narapidana yang masih mendekam di penjara. Mereka bisa
berkomunikasi menggunakan ponsel untuk mengedarkan sabu.

Sebut saja Budi (nama samaran), seorang pengedar yang baru saja menyelundupkan sabu
seberat 2 kilogram dari Jakarta atau Bogor ke Semarang.

Biasanya, dia hanya bawa sabu maksimal 1/2 kilogram dan kali ini rekor karena lolos dari penangkapan petugas, meski bawa barang haram itu 2 kilogram. Dia pun deg-degan dan bingung saat menatap barang itu di kamar sendirian.

Sambil was-was dia menunggu telepon instruksi dari "pemasok" yang masih mendekam di Lapas.

"Mati, pasti kalau tertangkap hukumannya mati," kata Budi kepada Tribun Jateng.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved