Menuju Target Eliminasi Hepatitis Tahun 2030, Dinkes Gencar Sosialisasikan Pencegahan

Sesuai target eliminasi Hepatitis di tahun 2030, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengaku sedang gencar melakukan pencegahan

Menuju Target Eliminasi Hepatitis Tahun 2030, Dinkes Gencar Sosialisasikan Pencegahan
Tribunjateng.com/idayatul rohmah
Dr. dr Hery Djagat Purnomo SpPD KGEH, Kepala Divisi Gastroentero Hepatologi Ilmu Penyakit Dalam RSUP dr Kariadi Semarang bersama Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng dr. Wahyu Setianingsih, M.Kes (Epid) saat acara on air di Radio Prambors, Semarang, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sesuai target eliminasi Hepatitis di tahun 2030, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengaku sedang gencar melakukan pencegahan.

Kabid Kesmas Dinkes Prov Jateng dr. Wahyu Setianingsih, M.Kes (Epid) menyebutkan, beberapa program dan sosialisasi telah dilakukan untuk mendukung Jawa Tengah terbebas dari penyakit ini.

Di antaranya, Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Ada program sanitasi berbasis masyarakat, stop BABS itu program utama kami. Kemudian ada cuci tangan pakai sabun, ini kita biasakan di masyarakat," jelas dr Wahyu.

dr Wahyu menyebutkan, stop BABS saat ini sudah diterapkan di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Sebutnya, sudah ada 12 kabupaten/kota yang telah mendeklarasikan stop BABS ini.

"Ada 12 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang sudah deklarasi Stop BABS. Kita giat gencarkan. Insya Allah, tahun 2030 Provinsi Jateng bebas dari Hepatitis," jelas dr Wahyu saat on air di Radio Prambors bertema Hepatitis dengan mengundang Dr. dr Hery Djagat Purnomo SpPD KGEH, Kepala Divisi Gastroentero Hepatologi Ilmu Penyakit Dalam RSUP dr Kariadi Semarang dalam rangka hari Hepatitis sedunia 28 Juli, baru-baru ini.

dr Wahyu melanjutkan, untuk PHBS, pihaknya kini sedang getol melakukan sosialisasi.

Hal itu lantaran menurutnya, banyak dari masyarakat yang belum membiasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun sehingga masyarakat perlu untuk terus didorong agar melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Masyarakat banyak yang belum membudayakan cuci tangan pakai sabun sebelum makan, masak, dan lainnya. Itu harus diawali dengan cuci tangan pakai sabun," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved