YI Warga Solo Korban Iklan Rela Digilir Gara-gara Utang di Pinjol Serahkan 10 Nomor Hp Peneror

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Solo memanggil korban pencemaran nama baik perusahaan jasa peminjaman uang online yang diduga ilegal

YI Warga Solo Korban Iklan Rela Digilir Gara-gara Utang di Pinjol Serahkan 10 Nomor Hp Peneror
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Korban pencemaran nama baik oknum fintech ilegal, YI berkoordinasi di lobi ruang Sat Reskrim Mapolresta Solo, Senin (29/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Solo memanggil korban pencemaran nama baik perusahaan jasa peminjaman uang online atau pinjaman online (pinjol) yang diduga ilegal, Senin (29/7/2019).

Perempuan berinisial YI itu datang didampingi kuasa hukumnya, I Gede Sukadewa Putra.

Warga Serengan itu mengenakan masker untuk menutup sebagian wajahnya serta pakaian bertudung biru tua.

Mantan Bandar Narkoba Gregetan : Setelah Nunung, Nunggu Giliran Artis Inisial SS Ditangkap

Kisah Mualaf Abraham Mantan Pendeta : Dari Lihat Bintang Bentuk Lafal Allah Lalu Nyantri di Kebumen

Jadi Sorotan : Foto Hitam Putih Novel dan Anies Duduk Berdua di Masjid usai Salat Ini

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun! Anggota Brimob Bripka Desri Meninggal Digigit Ular di Papua

YI sempat duduk di lobi Mapolresta Solo sembari menunggu tim penyidik unit 2 Reskrim memanggilnya.

Dia kebanyakan diam saat para pewarta mengajukan beberapa pertanyaan.

"Kami bawa barang bukti tambahan.

Ada skrinsut percakapan dengan si oknum.

Lalu ada rekaman suara saat oknum menagih.

Ada 30 nomor telepon yang digunakan si oknum untuk meneror klien kami," kata Gede Sukadewa.

Dari 30 nomor telepon itu, sambungnya, akan dipilah-pilah oleh tim penyidik menjadi 10 nomor saja.

Halaman
123
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved