FGD di Unwahas Semarang, Sikap Toleran Harus Ditanamkan sejak Pendidikan Dasar

Unwahas sebagai kampus aswaja, yang mahasiswanya beragam suku dan agama harus bisa mencontohkan kepada masyarakat umum

FGD di Unwahas Semarang, Sikap Toleran Harus Ditanamkan sejak Pendidikan Dasar
Istimewa
Peserta Forum Group Discussion foto bersama dalam Kelas Bahasa Inggris, di kampus Unwahas Semarang, Senin (29/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pendidikan merupakan salah satu kunci dalam membentuk karakteristik seseorang. Sikap toleran harus ditanamkan pendidik kepada muridnya mulai dari pendidikan yang paling dasar.

Hal itu disampaikan dosen Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Ma’as Shobirin dalam FGD bertema Pendidikan Karakter Islam dalam Kelas Bahasa Inggris, di kampus Unwahas Semarang, Senin (29/7/2019).

"Unwahas sebagai kampus aswaja, yang mahasiswanya beragam suku dan agama harus bisa mencontohkan kepada masyarakat umum, bahwa sifat toleransi bisa tertanam kepada para mahasiswa," katanya, dalam rilisnya.

Ma’as menjelaskan bahwa dalam pendidikan Islam sangat menjunjung nilai-nilai toleransi. Perbedaaan pendapat sudah menjadi hal yang biasa dalam Islam. Hal tersebut tidak menjadikan perpecahan, malah sebagai kekuatan Islam.

Ia menuturkan, penanaman nilai toleransi sudah menjadi praktek sehari-sehari di kampus Unwahas, salah satu contoh riilnya adalah beragamnya mahasiswa yang menempuh studi di kampus tersebut.

"Yang menjadi penguat toleransi, adalah ahlussunah waljama’ah atau aswaja, karena dalam nilai-nilai aswaja diajarkan sifat tawasuth, tasamuh, tawazun, dan lain sebagainya," tegasnya.

Penanggung jawab FGD, Ulya Himawati menambahkan, pendidikan Islam mengajarkan cinta dan perbedaan, dan bisa dilakukan melalui media apapun, termasuk dalam pembejalaran Bahasa Inggris. Di antaranya dengan menerapkan pendidikan karakter Islam dalam kelas Bahasa Inggris.

"Berangkat dari misi Unwahas yang mengedepankan aswaja untuk menerapkan karakter yang ada pada mahasiswa, sehingga mahasiswa Unwahas dalam setiap pembelajaran khususnya bahasa inggris menerapkan pendidikan karakter islam yg ahlussunah wal jamaah namun tidak mengesampingkan perbedaan," tuturnya.

Focus Group Discussion tersebut digelar sebagai rangkaian kegiatan hibah Program Penelitian Diktis Kementrian Agama yang diperoleh dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Unwahas Semarang, Ulya Himawati.

Kegiatan Focus Group Discussion dihadiri oleh 35 peserta, terdiri dari dosen, peneliti, dan praktisi pendidikan. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved