Ganjar Sebut Pejabat Korupsi Akibat Sikap Kenegarawan yang Rendah

Ia menambahkan, bagi mereka yang terjun ke politik untuk agenda kenegaraan dapat terlihat pada sikap, perilaku, sampai kebijakan yang dibuat

Ganjar Sebut Pejabat Korupsi Akibat Sikap Kenegarawan yang Rendah
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menyampaikan pidato sekaligus membuka Seminar Nasional Politik Kenegaraan Berbasis Pengabdian dan Launching Kader Bangsa Anti Korupsi di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Selasa (30/7/2019). 

Orang nomor satu di Jateng itu tidak menampik biaya kampanye, kondisi sosiologis masyarakat yang masih mau menerima politik uang dinilai turut menjadi penyebab.

Karenanya Ganjar berharap kader anti korupsi yang baru saja dilantik dapat ikut andil terus menerus menyampaikan sosialisasi melalui cara kekinian lewat media sosial.

"Pelatihan anti korupsi setiap selesai pelantikan Bupati/Walikota juga sudah kami lakukan. Jadi sekarang kader anti korupsi milik UKSW semoga menjadi gerakan dan embrio ekosistem yang bagus," ucapnya

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara menyampaikan sebagai lembaga pendidikan UKSW berusaha membangun masyarakat bangsa dengan memberikan pendidikan karakter.

Meski demikian kata dia, pendidikan karakter tidak dapat sekejap terjadi. Tidak hanya diperlukan pembaruan kurikulum secara berkelanjutan demi tujuan membentuk karakter bangsa yang solid. Termasuk didalamnya penguatan pendidikan anti korupsi.

"Konsep pendidikan kita ini idealnya bermula dari keluarga, kemudian beranjak ke lingkungan terkecil sebagai sebuah konteks sosial untuk membentuk karakter itu yang paling mungkin," sebutnya

Ketika seseorang beranjak dewasa sampai menjadi mahasiswa pengetahuan yang ada itu tinggal diasah lebih baik agar dapat menilai sesuatu secara lebih tajam dan kritis.

Tujuan pendidikan itu sendiri untuk mengkontruksi sesuatu hal menjadi lebih baik. Mencoba membangun atau membongkar ulang adalah keniscayaan. Sehingga pendidikan tidak bisa menyelesaikan masalah secara total.

"Pendidikan tidak bisa mengobati persoalan (korupsi). Tetapi sebatas mengupayakan bagaimana sesuatu hal membawa manfaat lebih tanpa melihat latar belakangnya masing-masing," jelasnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved