Kabupaten Karanganyar Borong Penghargaan Baznas Jateng Award 2019

Selain Kabupaten Karanganyar, kabupaten/kota lain yang mendapatkan penghargaan Baznas Jateng Award 2019 yakni Kota Semarang, Kabupaten Banyumas

Kabupaten Karanganyar Borong Penghargaan Baznas Jateng Award 2019
Tribunjateng.com/Faizal Affan
Gubernur Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada Baznas Kabupaten Karanganyar yang telah meraih juara umum di Baznas Award 2019 di gedung Grandhika Bhakti Praja, Senin (29/7) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam ajang Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng Award 2019, Kabupaten Karanganyar menjadi juara umum dari sekian nominasi Kabupaten/Kota lain.

Kabupaten Karanganyar juga menjadi peraih penghargaan terbanyak dengan kategori Dukungan Sarana dan Prasarana Sekretariat, Zakat Infak Sodaqoh, Dukungan Kepala Daerah Dalam Kemajuan Baznas, dan Pembentukan UPZ.

Selain Kabupaten Karanganyar, kabupaten/kota lain yang mendapatkan penghargaan Baznas Jateng Award 2019 yakni Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Sragen, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Pemalang.

Wakil Ketua Baznas Pusat, Munzier Suparta, menjelaskan penghargaan yang diberikan ini sebagai bentuk kebahagiaan kepada lembaga Baznas yang dikelola setiap Kabupaten/Kota.

"Penghargaan itu tradisi pembesar dunia yang sudah dilakukan dari masa ke masa. Dalam agama Islam juga dianjurkan," tuturnya saat sambutan di acara Baznas Jateng Award 2019 di gedung Grandhika Bhakti Praja, Senin (29/7).

Menurutnya, Jawa Tengah merupakan provinsi pertama di pulau Jawa yang menyelenggarakan Baznas Award.

"Saya tahu pertumbuhan zakat di Jawa Tengah berada di posisi tertinggi. Peran pemerintah daerah memberikan dampak yang luar biasa. Semangat Gubernur, Walikota, dan Bupati di Jawa Tengah patut ditiru," kata dia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan selamat kepada Kabupaten Karanganyar yang menjadi juara umum Baznas Jateng Award 2019.

Dirinya berharap Kabupaten/Kota lain bisa meniru pengelolaan Baznas yang dilakukan oleh Kabupaten Karanganyar.

"Saya kira setelah ini Kabupaten Karanganyar akan jadi pusat studi Baznas di Kabupaten/Kota lain," terang Ganjar.

Baznas yang ada di Jawa Tengah dikatakannya sudah mampu menurunkan angka kemiskinan. Ini menjadi solusi ketika APBD tidak mencukupi.

"Saya tahu betul anggaran dari APBD tidak cukup. Maka Baznas mampu menjadi solusi. Baznas di Jateng juga sudah mampu membantu rumah tidak layah huni dan bantuan untuk tempat ibadah," tuturnya.

Ia berharap pengelolaan Baznas bisa memunculkan agregat yang sama, sehingga tidak ada perbedaan data dari Provinsi hingga masuk ke Kabupaten/Kota.

"Jadi ada rasionalitas yang bisa dipertanggungjawabkan," tutupnya.(afn)

Penulis: faisal affan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved