Prof M Mukhlisin jadi Guru Besar Pertama di Polines Semarang

Dari data yang sama, ia mengungkapkan Provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat potensial tertinggi terkena bencana tanah longsor tersebut

Prof M Mukhlisin jadi Guru Besar Pertama di Polines Semarang
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Prof. Ir. Muhammad Mukhlisin (tengah) menjadi guru besar pertama di Polines. Ia dikukuhkan, Selasa (30/7/2019) di gedung serba guna Polines. 

 TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Politeknik Negeri Semarang (Polines) akhirnya resmi memiliki Guru Besar pertamanya. Hal tersebut ditandai dengan pengukuhan Prof. Ir. Muhammad Mukhlisin, dosen Polines sebagai guru besar, di Gedung Serba Guna Polines, Selasa (30/7/2019).

Prof. Muhammad Mukhlisin merupakan dosen para prodi Teknik Sipil Polines. Ia pun resmi dikukuhkan sebagai guru besar Polines di bidang ilmu ukur tanah.

Pada pidato pengukuhannya yang berjudul 'Tanah Longsor dalam Perspektif Kajian Dasar, Penilaian Resiko dan Mitigasinya', Prof. Muhammaf Mukhlisin menjelaskan, berdasarkan data kejadian tanah longsor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat adanya peningkatan kejadian tanah longsor di Indonesia dari tahun ke tahun.

Dari data yang sama, ia mengungkapkan Provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat potensial tertinggi terkena bencana tanah longsor tersebut.

"Sejauh ini dari data, dua tertinggi ialah Jawa Tengah dan Jawa Barat," ungkap Mukhlisin.

Dari survei lembaga yang sama, ia menjelaskan kapasitas masyarakat Indonesia untim menyelamatkanndiri dari bencana longsor masih sangat rendah.

Terutama, di wilayah-wilayah yang terpencil.

"Hal itu dapat dibuktikan dengan masih banyaknya korban jiwa saat tanah longsor terjadi," ungkapnya.

Selain membahayakan jiwa, menurutnya bahaya tanah longsot mengancam harta penduduk Indonesia. Maka terapan dan pengembangan tentang longsir masih sangat diperlukan guna mengurangi tingkat kerugian materiil maupun korban jiwa.

"Semakin bertambahnya jumlah penduduk, maka semakin luas daerah pemukiman."

"Sehingga persebarannya sampai di daerah perbukitan, dan potensi longsor menjadi terus meningkat," urainya.

Perihal edukasi, menurutnya pendekatan secara teknis diperlukan untuk menyediakan fasilitas yang bisa mendeteksi longsor. Misal sistem peringatan dini.

"Juga pengembangan kapasitas masyarakat setempat yang berada di daerah rawan longsor," imbuh dia.

Direktur Polines, Ir. Supriyadi mengaku bersyukur atas pengukuhan Prof. Mukhlisin. Menurutnya dosen Polines dapat mencapai gelar profesor dan juga guru besar.

"Kami terus mendorong dosen Polines terpacu meraih gelar tersebut," paparnya. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved