PT DLU Gandeng Aggota DPR Berikan Bantuan Permodalan Pada PKL Senilai Rp 100 Juta

PT Dharma Lautan Utama (DLU) sebuah perusahaan perkapalan memberikan bantuan Rp 100 juta kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) Banyu Urip Surabaya.

PT DLU Gandeng Aggota DPR Berikan Bantuan Permodalan Pada PKL Senilai Rp 100 Juta
Istimewa
Bambang Haryo salah satu pemilk PT DLU sekaligus anggota DPR RI. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Dharma Lautan Utama (DLU) sebuah perusahaan perkapalan memberikan bantuan Rp 100 juta kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) Banyu Urip Surabaya.

Ada 27 pedagang yang digusur dari lokasi mereka berjualan karena dianggap mengganggu kemanan jalan tol. Mereka ini tidak memiliki lokasi untuk membuka usahanya.

Salah datu pemilik DLU, Bambang Haryo kemudian merasa iba terhadap para pelaku usaha kecil itu. Pria yang juga anggita DPR RI Dapil Jatim 1 itu kemudian mengucurkan dana Rp 100 juta sebagai bantuan permodalan bagi PKL korban gusur.

"Jumlahnya Rp 75 juta dari DLU dari kantong saya pribadi cuma sedikit Rp 25 juta. Itu dibagi untuk 27 PKL, nggak banyak memang tapi kalau untuk rayat kecil saya ingin bantu sebisanya," ucap Bambang Haryo dalam keterangan tertulis.

Ia merasa perlu memberikan bantuan karena korban gusur adalah pelaku UMKM. Meski hanya lingkup kecil, namun usaha mikro dan menengah itu kini sedang didorong pertumbuhannya oleh pemerintah.

"Ini malah digusur, diusir, masih mending direlokasi atau dibuatkan tempat baru. Ini kan nggak sejalan dengan keinginan pemerintah," terang Bambang lebih lanjut.

Sebanyak 27 PKL tersebut hingga kini nasibnya tak jelas. Pasca penggusuran yang dilakukan pada 10 Juli 2019 lalu, oleh pengelola jalan tol. Lapak para PKL saat ini sudah rata dengan tanah, sejumlah bangunan lapak juga disita saat penggusuran.

Bambang mempertanyakan urgensi penggusuran lapak PKL yang menurutnya tidak menggangu jalannya lalu lintas jalan tol.

"Terlebih, adanya PKL yang berdiri sejak tahun 1995 juga ikut berkontribusi memelihara tanah negara atas persetujuan dengan pihak Jasa Marga sejak kepemimpinan Presiden Soeharto.
Kasihan para PKL ini karena sampai sekarang tidak punya tempat dan tak mendapat ganti rugi," terangnya.

Sementara, Perwakilan PKL Suyanto mengaku terharu dan senang dengan adanya bantuan dari PT DLU juga Anggota DPR RI Bambang Haryo. Ia bersama para pedagang lainnya
mengucapkan terima kasih atas bantuan serta perhatian dari wakil rakyat tersebut.

“Terimakasih Pak Bambang dan PT DLU atas bantuannya untuk kami (PKL). Hanya beliau yang mau peduli. Kami sudah berusaha mengadu ke Bu Risma dan Pak Armuji tapi tak ada jawaban. Sampai sekarang dengan Jasa Marga juga tak ada komunikasi. Kami digusur, tempat jualan kami dirobohkan, disita dan kami tak diberikan ganti rugi apapun,” imbuh Suyanto.

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved