Seperti M Tamzil, Mantan Napi Koruptor Bisa Mencalonkan Diri di Pilkada Serentak, Ini Syaratnya

Pencalonan diri mantan narapidana korupsi dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ditanggapi oleh Ketua KPU Kabupaten Semarang

Seperti M Tamzil, Mantan Napi Koruptor Bisa Mencalonkan Diri di Pilkada Serentak, Ini Syaratnya
TRIBUN JATENG/M SYOFRI KURNIAWAN
Mantan Bupati Kudus, M Tamzil, menggunakan hak suara di TPS 08 Kelurahan Wates, Ngaliyan, yang berlokasi di aula Lapas Kedungpane, Kota Semarang, Rabu (09/12/2015). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pencalonan diri mantan narapidana korupsi dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ditanggapi oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, Maskup Mutarlih.

Berdasarkan Undang-Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 pada Pasal 7 Ayat 2 Huruf D, disebutkan mantan terpidana boleh mencalonkan diri asal mengumumkan diri pada publik bahwa ia telah melaksanakan hukumannya.

Pada pasal tersebut memang tidak tidak merinci apakah mantan terpidana korupsi, narkoba, maupun kejahatan seksual pada anak.

"Yang kemarin dipermasalahkan ialah pada Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten atau kota pada Pasal 7 Ayat 1 Huruf H disebutkan bukan mantan terpidana kasus korupsi, narkoba, maupun kejahatan seksual pada anak. Namun kemudian para calon legislatif (caleg) menggugat melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di beberapa kabupaten dan kota dan mereka memenangkan gugatan tersebut," ujarnya.

Maskup kembali merinci bahwa KPU telah mengeluarkan aturan terkait pencalonan diri narapidana, namun kaitannya dengan Pilkada, narapidana korupsi tersebut harus mengumumkan pada masyarakat bahwa ia telah selesai melaksanakan hukumannya.

Sementara pengumuman tersebut disampaikan melalui media cetak. Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa aturan tersebut bisa berubah sesuai dengan wacana yang berkembang.

"Di KPU Kabupaten Semarang akan menunggu apakah nanti akan ada perubahan dari aturan tersebut," tutupnya.

Sementara itu, Muhammad Talkhis, Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang menyatakan pihaknya belum bisa memberikan pernyataan apapun terkait pencalonan narapidana korupsi.

"Besok akan kami diskusikan karena kaitannya dengan lembaga," ucapnya.

Kasus mantan napi koruptor kembali maju ke pilkada yakni Bupati Kudus, M Tamzil.

Namun kini M Tamzil ditahan KPK lantaran dugaan kasus suap. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved