Bau Tak Sedap Keluar dari IPAL, Dinas Lingkungan Hidup Nilai Warga Belum Paham Penggunaannya

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menilai warga pengguna Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Bau Tak Sedap Keluar dari IPAL, Dinas Lingkungan Hidup Nilai Warga Belum Paham Penggunaannya
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Petugas DLH mengecek air hasil olahan IPAL di Dukuh Puntan, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, yang berwarna hitam pekat dan memunculkan aroma tidak sedap, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menilai warga pengguna Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Dukuh Puntan, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, belum memahami penggunaan IPAL komunal secara benar.

Alhasil, IPAL tersebut menghasilkan air berwarna pekat dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Penilaian tersebut didapat setelah pihaknyaa mengecek saluran, instalasi pengolahan, hingga air hasil pengolahan, Rabu (31/7/2019). Dari hasil pengecekan, saluran dan IPAL masih dalam kondisi normal.

Hanya saja, ternyata warga kurang pemahaman terkait pemanfaatan IPAL Komunal.

Kasi Pengaduan dan Penanganan Sengketa Lingkungan DLH Kota Semarang, Noramaning Istini mengatakan, warga membuang seluruh limbah ke IPAL tersebut.

Kisah Pasutri di Kota Semarang yang Lahirkan 3 Anak Kembar, Banyak Warga Ingin Adopsi

Hal ini membuat air hasil pengolahan berwarna hitam pekat dan memunculkan aroma tidak sedap.

"Semua limbah masuk kesitu jelas air yang keluar hitam. Limbah rumah tangga itu kan H2Snya tinggi, ditambah bahan kimia dan minyak. Itu semua terakumulasi menjadi hitam. Ini jelas menimbulkan dampak negatif," ujar Nora.

Nora pun berencana akan melakukan sosialisasi kepada warga terkait pemanfaatan IPAL Komunal.

Pihaknya juga meminta Ketua Pengelola IPAL untuk melakukan sidak ke setiap rumah.

Pengelola harus memastikan warga yang menggunakan IPAL tersebut memilah limbah karena tidak semua limbah dapat diproses dalam IPAL.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: suharno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved