Bupati Pekalongan Asip Minta Bantuan Keuangan Parpol Diprioritaskan untuk Pendidikan Politik

Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Kabupaten Pekalongan menggelar bimbingan teknis (Bimtek)

Bupati Pekalongan Asip Minta Bantuan Keuangan Parpol Diprioritaskan untuk Pendidikan Politik
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membuka bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan partai politik terwakili Kabupaten Pekalongan tahun 2019, di Ruang Meeting Hotel Dafam Pekalongan, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Kabupaten Pekalongan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) penyusunan laporan pertanggung jawaban keuangan partai politik terwakili Kabupaten Pekalongan tahun 2019, di Ruang Meeting Hotel Dafam Pekalongan, Rabu (31/7/2019).

Bimbingan teknis ini dihadiri oleh 40 orang yang terdiri dari empat orang dari partai politik (parpol) yang terwakili meliputi pengurus dan tenaga administrasi sekretariat parpol ditambah dengan tim verifikator.

Kepala Kesbangpol, Haryanto Nugroho mengatakan maksud bimtek ini adalah memberikan pemahaman kepada pengurus parpol tentang prosedur penyaluran bantuan keuangan parpol serta memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan parpol dalam rangka menuju kemandirian parpol di daerah.

"Tujuannya yaitu agar pengurus parpol mampu melaksanakan pengelolaan bantuan keuangan sesuai ketentuan dan dapat menyusun laporan pertanggungjawaban bantuan keuangan parpol yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2019 ini tepat waktu, transparan dan akuntabel" kata Haryanto kepada Tirbunjateng.com

Haryanto mengungkapkan bahwa Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) ketika melakukan pemeriksaan, hasil dari pemeriksaan bantuan parpol itu ada 4 kriteria.

Diantaranya, sesuai dengan ketentuan, sesuai ketentuan dengan pengecualian hal-hal tertentu, tidak sesuai ketentuan dan yang terakhir tidak mampu menyimpulkan.

"Di Kabupaten Pekalongan tahun 2018 hasil pemeriksaan 100% sesuai dengan ketentuan, tetapi di tahun 2019 mengalami penurunan. yang sesuai ketentuan cuma 71% dan sisanya sesuai ketentuan dengan pengecualian hal-hal tertentu," ungkapnya.

Haryanto menjelaskan dengan hasil itu, maka diselidiki penyebabnya dan hasilnya yaitu karena salah satu parpol pada tahun itu fokus menghadapi pemilu dan kedua ada beberapa tenaga administrasi yang baru.

"Diharapkan dengan adanya Bintek ini agar bantuan tahun 2019 ini yang nantinya akan diperiksa di tahun 2020 mencapai 100% sesuai dengan ketentuan," tambahnya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, karena sangat tepat dan bernilai strategis dalam upaya mendukung prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan bantuan keuangan parpol.

"Dalamm pelaksanaanya, dana bantuan keuangan untuk parpol dapat digunakan sesuai dengan aturan, diprioritaskan untuk pendidikan politik dan dana penunjang kegiatan operasional sekretariat parpol," katanya.

Asip menambahkan, kegiatan pendidikan parpol itu untuk meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban, inisiatif, meningkatkan kemandirian, kedewasaan, membangun karakter bangsa dalam memerlihara persatuan dan kesatuan bangsa. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved