Didominasi Tisu dan Plastik, Tim Ekspedisi Destana Tsunami Bersihkan Sampah di Pantai Suwuk Kebumen

Sejumlah tim ekspedisi dibantu para relawan yang berasal dari warga setempat menyisir di sepanjang area pantai

Didominasi Tisu dan Plastik, Tim Ekspedisi Destana Tsunami Bersihkan Sampah di Pantai Suwuk Kebumen
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Tim Ekspedisi Destana Tsunami melakukan kegiatan bersih-bersih di Pantai Suwuk, Desa Tambak Mulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, pada Rabu (31/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Tim Ekspedisi Destana Tsunami melakukan kegiatan bersih pantai di Pantai Suwuk, Desa Tambak Mulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, pada Rabu (31/7/2019).

Sejumlah tim ekspedisi dibantu para relawan yang berasal dari warga setempat menyisir di sepanjang area pantai.

Kurang lebih ada sebanyak 140 personil dilibatkan yang terdiri dari relawan Destana Desa Tambakmulyo, Suro Rejan, Waluyo Rejo, Tim Reaksi Cepat BPBD Kebumen, serta tim KKN dari UNS.

"Kita memunguti sampah di pantai Suwuk tujuannya agar bersih, dan tampak lebih indah. Ini adalah kegiatan rutin tidak hanya ketika acara momen Ekspedisi Destana saja," ujar Partiah, salah seorang tim Destana dari Desa Waluyorejo, Kebumen kepada Tribunjateng.com, Rabu (31/7/2019).

Partiah mengatakan jika selain memunguti sampah, tim juga sembari mengingatkan kepada para pengunjung supaya tidak membuang sampah sembarangan.

"Kebanyakan memang plastik, karena banyak ditemukan bungkus makanan, tisu, dan banyak yang lain juga," tambahnya.

Kurang lebih sepanjang satu kilometer dari arah barat ke timur, mereka memunguti sampah yang kebanyakan didominasi oleh sampah plastik dari pengunjung.

Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

"Kegiatan bersih pantai melibatkan tim dari Destana, ada juga para pedagang di pantai Suwuk. Kegiatan ini penting untuk membudayakan tidak membuang sampah sembarangan di tepi pantai," ujar Uko Ferdianto, selaku Kasi Penanganan Darurat BPBD Kebumen.

Uko menceritakan jika ombak di Pantai Suwuk sempat sampai 6 meter.

Meskipun demikian, para pedagang mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.

Posisi para pedagang yang persis di bibir pantai, menjadi sebuah keharusan bagi mereka untuk memahami terkait mitigasi kebencanaan.

"Alhamdulilkah di Pantai Suwuk sudah di pasang Early Warning Sistem Tsunami. Ada 14 alat yang sudah terpasang di sepanjang pantai Kebumen dan berfungsi dengan baik karena diuji coba setiap bulan," katanya.

Kalau ada yang tidak berfungsi baik akan di mantainence atau perawatan.

Selain itu, di sepanjang pesisir pantai Kebumen juga sudah terbentuk 43 Desa Tangguh Bencana.

Masyarakat disana sudah membentuk forum pengurangan resiko bencana dan membangun jalur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi tsunami. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved