Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Polisi Periksa 6 Saksi

Pejabat daerah di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) mengunjungi lokasi rumah terbakar milik Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia

Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Polisi Periksa 6 Saksi
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Rumah semi permanen milik Asnawi Luwi, Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara, diduga dibakar OTK, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB. Akibatnya, mobil hangus, plafon dan kamar juga hangus. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB setelah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. 

TRIBUNJATENG.COM -- Pejabat daerah di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) mengunjungi lokasi rumah terbakar milik Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia –grup Tribun Network, yang diduga dibakar orang tak dikenal, Selasa (30/7) dinihari.

Di antaranya, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosahputro SIK, Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari, Kepala Dinas Sosial Karimin, dan Kadis Syariat Islam M Ikbal Selian.

AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosahputro SIK mengatakan, polisi telah menyelidiki kasus kebakaran tersebut. “Kami masih dalam lidik. Langkah pertama yang kami lakukan, setelah menerima telepon dari korban sendiri, langsung ke TKP. Saya Bersama Kasatserse dan Kasat Narkoba, dan menghubungi Polsek terdekat, untuk langsung ke lokasi untuk meminimalkan korban,” kata AKBP Rahmad Hardeny.

Ia melanjutkan, “Kami sudah memeriksa enam orang saksi. Kami juga mengajukan surat ke Polda Sumatera Utara untuk menurunkan tim identifikasi ke TKP,” ujar Kapolres sembari mengira, kerugian ditaksir sekitar Rp 300 juta.

Di tempat serupa, korban kebakaran, Lisnawati –istri Asnawi, mengatakan, empat hari sebelumnya, ketika suaminya mengikuti rapat di kantor pusat Serambi di Banda Aceh, Jumat (27/7), ada orang tidak dikenal mendatangi rumahnya mencari-cari suaminya. Dan, gerak-geriknya mencurigakan karena berkeliling memperhatikan rumahnya.

Ia menduga, orang tersebut, terkait dengan kebakaran. "Kami minta Kapolda Aceh dapat mengungkap kasus pembakaran rumah kami. Ini diduga ada kaitan untuk membungkam wartawan yang menulis kebenaran," ujar Lisnawati, yang juga bidan desa.

Dugaan kekerasan lewat ancaman terhadap jurnalis kembali terjadi di Provinsi Aceh, Selasa, 30 Juli 2019. Kali ini menimpa keluarga Asnawi Luwi, Jurnalis Harian Serambi Indonesia di Kuta Cane, Aceh Tenggara.

Ancaman tersebut diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal dengan membakar rumah yang ditempati Asnawi bersama keluarganya, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kejadian ini sangat mengejutkan.

* AJI minta diusut tuntas

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, Edi Faisol mengatakan, ancaman terhadap jurnalis itu harus diusut karena profesi wartawan dilindungi undang-undang tentang pers. “Pelakunya juga bisa dipidana,” ujar dia.

Menurutnya, jika ada masyarakat, kelompok, korporasi atau institusi pemerintah maupun pejabat yang kecewa dengan karya jurnalistik bisa ajukan gugatan sengketa pemberitaan ke dewan pers. Bukannya melakukan kekerasan.

“Negara RI menjamin pers bebas dalam menyuarakan, kritik dan kontrol demi kepentingan publik,” kata dia. (Raf/Serambi Indonesia/nas/as/sal/mas/dan/c40)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved