Pusing Desakan Pacar Minta Dinikahi, Pranyoto Ceburkan Irma ke Bendungan Kletak, Sempat Jadi DPO

Tersangka yang menganiaya dan melempar pacarnya bernama Irma Fitrianingsih (19) ke Bendungan Kletak, Kecamatan Kedungwuni, pada Minggu (6/1/2019).

Pusing Desakan Pacar Minta Dinikahi, Pranyoto Ceburkan Irma ke Bendungan Kletak, Sempat Jadi DPO
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Pranyoto tersangka penganiayaan saat dimintai keterangan oleh petugas Satreskrim Polres Pekalongan, Rabu (31/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Rasa penyesalan memang seakan selalu muncul belakangan.

Begitulah yang dialami Pranyoto (22) alias Pentet, warga Dukuh Pejaten, Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Tersangka yang menganiaya dan melempar pacarnya bernama Irma Fitrianingsih (19) ke Bendungan Kletak, Kecamatan Kedungwuni, pada Minggu (6/1/2019).

Penyesalan tersebut diungkapkan tersangka Pranyoto saat dimintai keterangan oleh petugas Satreskrim Polres Pekalongan, Rabu (31/7/2019).

Pemuda yang menggunakan penutup muka itu, hanya bisa tertunduk lesu dan tidak menyangka perbuatannya terhadap korban akan berujung tindak pidana dan ditahan.

"Saya menyesali segala bentuk perbuatan yang saya lakukan terhadap pacar dan tidak ada niatan untuk membuat korban celaka," kata Pranyoto.

Prayoto mengungkapkan, ia melakukan tindakan tersebut karena pusing, ditagih untuk menikahi korban yang sedang hamil.

"Pusing karena ditagih berulang kali untuk bertanggung jawab atas perbuatannya yang sudah menghamili dan meminta untuk dinikahi," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kedungwuni AKP Prisandi Tiar mengatakan, tersangka memang sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.

"Alhamdulillah, tersangka berhasil ditangkap saat bersembunyi di Desa Kaliketing, Kecamatan Doro," katanya.

Sandi mengungkapkan, pada saat kejadian diperkirakan usia kandungan korban 4 bulan dan pada Juni korban sudah melahirkan anaknya.

"Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 53 KUHP atau Pasal 338 KUHP Jo Pasal 53 atau Pasal 351 KUHP yang ancaman hukumannya 15 tahun kurungan penjara," tambahnya. (Indra Dwi Purnomo)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved