Breaking News:

Tari Bedhayan Pucuk Putri, Ungkapan Syukur Warga Kemuning Karanganyar atas Pucuk Teh

Sedekah bumi berupa gunungan hasil bumi itu diarak melewati 3 RT yang berada di Dusun Gondang Rejo RW 14 Desa Kemuning.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/ Agus Iswadi
Penampilan Tari Bedhayan Pucuk Putri di Dusun Gondang Rejo RW 14 Desa Kemuning Ngargoyoso Karanganyar, Selasa (30/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Tarian Lembu Suro mengiringi arak-arakan gunungan hasil bumi dalam Kirab Budaya dan Tari Bedhayan Pucuk Putri yang diselenggarakan di Dusun Gondang Rejo RW 14 Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Selasa (30/7/2019) siang.

Sedekah bumi berupa gunungan hasil bumi itu diarak melewati 3 RT yang berada di Dusun Gondang Rejo RW 14 Desa Kemuning.

Arak-arakan tersebut disajikan di tanah jeblok atau rembesan yang menjadi pusat gelaran dalam tradisi sedekah bumi.

Alunan gamelan sigro-sigro membuka Tari Bedhayan Pucuk Putri siang itu. Layaknya pemetik teh yang hendak beraktivitas saat pagi buta.

Sebanyak 9 orang gadis membawa obor sembari menggendong keranjang yang dibalut kain putih.

Keranjang itu digunakan sebagai wadah pucuk-pucuk teh seusai dipetik dari pohonnya.

"Tari Bedhayan Pucuk Putri merupakan ungkapan rasa syukur atas nikmat dan karunia Tuhan dengan hasil teh yang melimpah di kawasan Kemuning," kata Ketua Panitia, Priyanto Kromo Wiryo.

Adapun 3 pucuk teh yang dipetik merupakan daun yang memiliki kualitas terbaik atau premium.

"3 pucuk teh yang dipetik itu mengingatkan kita kepada sang khalik, alam dan manusia. Sehingga kita menyadari hidup akan tentram dan bermakna apabila dapat menjalin hubungan harmonis dengan khalik, alam dan manusia," terang Priyanto.

Di sela 9 gadis yang melambangkan kesucian itu memetik daun-daun teh, muncul 5 bocah laki-laki yang menggambarkan hama dan penyakit teh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved