Belasan Wilayah Ini Berpotensi Terjadi Tsunami di Indonesia, Para Ahli Ungkap Alasannya

Sejarah mencatat, tsunami pernah menerjang pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Sulawesi, juga Papua sejak ratusan tahun lalu.

Belasan Wilayah Ini Berpotensi Terjadi Tsunami di Indonesia, Para Ahli Ungkap Alasannya
Badan Informasi Geospasial
Indonesia Rawan Tsunami, Ini Daftar Wilayah yang Berpotensi. 

TRIBUNJATENG.COM - Sejarah mencatat, tsunami pernah menerjang pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Sulawesi, juga Papua sejak ratusan tahun lalu.

Bencana alam seperti tsunami dan gempa besar merupakan fenomena dengan siklus berulang yang artinya ratusan tahun lalu pernah terjadi, beberapa tahun belakangan terjadi, dan di masa depan pasti akan terjadi lagi.

Oleh karena itu, para ahli kegempaan dan tsunami di Indonesia mengkaji potensi bencana dengan skenario terburuk, untuk membuat mawas diri dan bersiap.

Peringatan Dini Tsunami dari BMKG, Banten Diguncang Gempa 7,4 SR

Semua Penonton ILC Terdiam saat Fahri Hamzah Sebut Seorang Presiden Tidak Bisa Dikalahkan

Ini Daftar Lengkap Mutasi Polri Terbaru, AKBP Andy Rifai Jadi Kapolresta Solo Gantikan Kombes Ribut

Diet Ampuh, Sebulan Berat Badan Bisa Turun 30 Kilogram, Selalu Minum Air Putih Sebelum Makan

Skenario terburuk di sini artinya, para ahli mencari kemungkinan paling maksimum dan paling berisiko bila suatu saat tsunami menerjang suatu daerah.

Lewat pemodelan potensi yang dibuat ahli tersebut, diharapkan semua elemen masyarakat mampu saling bekerja sama.

Mulai dari pejabat pemerintahan hingga tatanan RT setidaknya memiliki program tanggap bencana, agar bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam, semua tahu apa yang harus dilakukan dan agar masyarakat yang tinggal di pesisir pantai bisa lebih waspada.

Potensi tsunami di Indonesia

Indonesia merupakan negara maritim dengan sebagian besar penduduknya tinggal di daerah pesisir.

Oleh sebab itu, mengetahui tentang potensi ancaman gempa besar dan tsunami adalah suatu kewajiban.

Widjo Kongko, ahli tsunami sekaligus Perekayasa Bidang Kelautan Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPFP) dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BTIPFP) menjelaskan hal itu.

Halaman
1234
Editor: deni setiawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved