Berita Lengkap: 5 Tahanan Coba Kabur dengan Mencoba Jebol Tembok Sel Rutan Solo

Lima warga binaan rumah tahanan (Rutan) Kelas IA Solo diisolasi selama dua minggu.

Berita Lengkap: 5 Tahanan Coba Kabur dengan Mencoba Jebol Tembok Sel Rutan Solo
Istimewa
Petugas memperlihatkan bekas perusakan tembok ruang tahanan di Rutan Kelas IA Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO -- Lima warga binaan rumah tahanan (Rutan) Kelas IA Solo diisolasi selama dua minggu.

Mereka terpergok saat melubangi tembok ruang sel tahanan di sisi timur. Lubang tembok yang masih setengah dikeruk itu berbentuk kotak, berukuran 1x1 meter persegi. embok tiga lapis setebal 30 cm sudah berhasil dilubangi 20 cm.

Kepala Pengamanan Rutan, Andi Rahmanto berujar, lokasi sel yang dilubangi di kamar 7 blok B.

"Kami menduga mereka berupaya kabur lewat situ. Lubangnya cukup untuk mbrobos (keluar melalui celah) satu orang. Untungnya sudah ketahuan," kata Andi, Rabu (31/7).

Lima warga binaan itu terdiri atas kasus pencurian, narkoba, dan perlindungan anak. Mereka berstatus tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo. Durasi penitipan sekitar sebulan.

Kelima orang itu, sambung Andi, bergantian mengeruk tembok menggunakan potongan besi kruk. Dia menjelaskan ada satu warga binaan dalam kamar serupa yang membutuhkan kruk sebagai alat bantu jalan.

"Oleh kelima orang itu, alat tersebut dipotong seukuran 25 sentimeter. Besi itu digunakan untuk melubangi tembok, sedikit demi sedikit," papar Andi.

Berdasar pengakuan lima pelaku, upaya melubangi tembok selalu dilakukan pada malam hari. Hal itu mereka lakukan supaya tidak ketahuan penjaga.

Mereka berbagi tugas. Ada yang mengeksekusi, mengawasi, dan membersihkan sisa material yang berserakan di lantai. Sisa material dibuang ke tong sampah agar tidak membuat curiga para penjaga.

"Mereka mengaku, sudah dua malam ini (melubangi tembok sel--Red), termasuk cepat kerjanya.

Dua dari tiga lapis batu bata sudah dirusak. Kurang satu lapis lagi mereka bisa kabur," ungkap Andi.
Upaya itu terungkap ketika petugas rutan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiap sel. Untuk mengelabui petugas, lubang pelarian itu ditutupi para warga binaan dengan sajadah.

"Yang melubangi tembok hanya lima orang. Tahanan lainnya hanya melihat. Kalau upaya itu berhasil, bisa jadi mereka yang tidak ikut kerja ya turut kabur. Lumayan kalau kabur, bisa sekitar 52 orang itu," tambah Andi.

Selanjutnya, lima warga binaan itu mendapat sanksi administratif Register F. "Mereka tidak akan mendapat hak remisi setelah kasusnya inkrah," katanya.

Pihak rutan, lanjut Andi, telah menambal tembok yang dilubangi. "Kami tidak bisa berbuat banyak, misalnya renovasi, karena rutan ini masuk bangunan cagar budaya. Ada beberapa bagian yang sudah rapuh," tuturnya. (dna)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved