FKSB Dukung Langkah Walikota Hendi Tutup Lokalisasi Sunan Kuning Semarang

Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu ( FKSB) beraudiensi dengan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi di ruang VIP Walikota Semarang

FKSB Dukung Langkah Walikota Hendi Tutup Lokalisasi Sunan Kuning Semarang
ISTIMEWA
Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu ( FKSB) beraudiensi dengan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi di ruang VIP Walikota Semarang, Selasa (30/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu ( FKSB) beraudiensi dengan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi di ruang VIP Walikota Semarang, Selasa (30/7/2019).

Dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (1/8/2019), audiensi tersebut ada dua agenda yang dibahas yaitu terkait dengan kegiatan ormas dan LSM yang ada di Kota Semarang dan terkait dengan rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning.

Rombongan audiensi diterima langsung oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Hadir dalam auduensi AM Jumai, Kyai anasom, Joko Wahyudi, Teguh Wiyono ,Slamet Riyanto, Erwan Rahmat, Anis solihatin, yusnawiyandi, Wahyudi karebet yang juga didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Semarang dan kepala kesbang pol kota Semarang.

Walikota sudah bulat tekat dan tidak bisa ditawar lagi bahkan lokalisasi Sunan Kuning harus tutup sesuai yang telah dijadwalkan.

Hendi mengucapkan terima kasih kepada ormas dan LSM yang peduli kepada Kota Semarang.

Walikota mengapresiasi kegiatan forum komunikasi ormas dan LSM Semarang bersatu atas kiprah dan aktifitasnya selama ini.

Dalam pertemuan yang sangat akrab itu, Ketua FKSB, AM Jumai melaporkan terkait dengan kegiatan ormas dan LSM di Kota Semarang mulai dari studi komparasi kemah pembauran ormas Expo dan kegiatan-kegiatan pendampingan lainnya termasuk pendampingan terkait dengan rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning

FKSB telah membentuk tim 9 yang berfungsi melakukan kajian secara komprehensif terhadap rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning dari aspek paska penutupan maupun pra penutupan.

Jika aspek pra penutupan itu sudah banyak dilakukan oleh dinas sosial dengan pelatihan-pelatihan dan melakukan pendataan serta menyiapkan aspek psikologis sosiologis ekonomis sehingga ketika pada saatnya penutupan dilakukan para wanita pekerja seks atau WPS telah siap meninggalkan dunia kelam tersebut.

Halaman
12
Penulis: rustam aji
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved