Sudah Tidak Miskin Lagi, 1.052 Peserta PBI JK BPJS di Kota Tegal Dinonaktifkan

Sebanyak 1.052 peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kota Tegal, mulai 1 Agustus dinonaktifkan

Sudah Tidak Miskin Lagi, 1.052 Peserta PBI JK BPJS di Kota Tegal Dinonaktifkan
Istimewa
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono saat menerima audiensi dari BPJS Kesehatan Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sebanyak 1.052 peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (JK BPJS) Kota Tegal, mulai 1 Agustus dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Penonaktifan tersebut berdasarkan hasil survey data terpadu pusat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tegal A Prasetyo Harry Poernomo saat audiensi bersama Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono di Ruang Rapat lantai I Setda Kota Tegal, Kamis (1/8/2019).

Prasetyo mengatakan, 1.052 yang dinonaktifkan terdiri peserta mutasi, mengundurkan diri kepesertaan BPJS, dan penonaktifan PBI jaminan kesehatan non data terpadu.

"Namun selain menonaktifkan, Kementerian Sosial RI juga menambahkan jumlah PBI JK BPJS sebanyak 103 peserta," katanya.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, masyarakat harus mengetahui informasi PBI JK BPJS secara utuh.

Menurutnya, hal ini supaya tidak menjadi polemik di masyarakat.

"Informasi harus disampaikan kepada masyarakat dengan sejelas-jelasnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Dedy Yon memerintahkan kepada OPD terkait supaya bisa berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan Tegal.

Menurut Dedy, dengan begitu nantinya akan mempermudah menangani persoalan yang ada.

Apalagi saat ini anggaran Pemkot Tegal masih dalam pembahasan di DPRD.

"Mengenai peserta PBI JK BPJS, pastikan mereka memanf masyarakat miskin atau kurang mampu," ungkapnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved