Basarnas Jateng Terapkan Metode Explore, Dibagi 4 SRU, Rusman Belum Ditemukan Hingga Hari Ini

Humas Basarnas Jateng Nur Mustofa mengatakan, seratus personil gabungan dari berbagai unsur dilibatkan dalam proses pencarian.

Basarnas Jateng Terapkan Metode Explore, Dibagi 4 SRU, Rusman Belum Ditemukan Hingga Hari Ini
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Anggota tim SAR gabungan Basarnas Jateng sedang melakukan pencarian warga yang hilang di Kebun Teteprandu Kumpulrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Jumat (2/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Basarnas Jateng turut melakukan pencarian Rusito Rusman (77) warga Tetep Wates RT 01 RW 06 Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Kamis (2/8/2019).

Rusman yang sehari-hari berprofesi menjadi seorang petani itu dilaporkan hilang ketika sedang mencari rumput di Kebun Teteprandu Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga pada Rabu (31/7/2019).

Humas Basarnas Jateng Nur Mustofa mengatakan, seratus personil gabungan dari berbagai unsur dilibatkan dalam proses pencarian.

"Sampai saat ini masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Dari informasi yang kami terima Rusman beraktivitas di ladang membawa peralatan sabit untuk membersihkan ladang membakar sampah," terangnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (2/8/2019).

Nur Musthofa menyampaikan, dari keterangan warga tidak jauh dari lokasi pada Rabu (31/7/2019) sore korban terlihat masih di ladang, tetapi sampai malam korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Ia menambahkan, warga sekitar sebelumnya sudah sempat melakukan pencarian tetapi sampai anggota Basarnas Jateng tiba ke lokasi, belum ditemukan.

"Tim rescue yang sedang melaksanakan pencarian juga dilengkapi dengan peralatan mountenering karena medan dekat tebing dan jurang," katanya.

Pihaknya menjelaskan, pola pancarian menggunakan metode explore SAR yaitu membagi beberapa unsur tim SAR gabungan menjadi 4 Search Rescue Unit (SRU).

Setiap SRU menyisir ke berbagai arah dengan rute sekitar 1 kilometer dari titik awal dugaan korban sudah tidak terlihat.

"Sebagian mereka menyisir tempat-tempat yang dicurigai seperti jurang dan dapuran bambu. Pola pencarian juga dilaksanakan oleh warga dengan metode kearifan lokal membawa peralatan dapur dan memukul alat yang dibawa," ujarnya.

Musthofa menegaskan, kondisi luasnya ladang menjadi kendala tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian saat ini.

Dia berharap survivor cepat ditemukan tim yang ada. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved