Bersiap-Siap, Enam Tahun Lagi Ada Pembatasan Usia Kendaraan, Bisa Berimbas Pada Pengemudi Ojol

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merencanakan akan membatasi kendaraan pribadi yang lebih dari 10 tahun tidak boleh lagi beroperasi di Jakarta.

Bersiap-Siap, Enam Tahun Lagi Ada Pembatasan Usia Kendaraan, Bisa Berimbas Pada Pengemudi Ojol
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA/dok
FOTO DOKUMEN kepadatan kendaraan di Jalan Pemuda Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merencanakan akan membatasi kendaraan pribadi yang lebih dari 10 tahun tidak boleh lagi beroperasi di Jakarta.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Direncanakan, pembatasan kendaraan berdasarkan usia terealisasi pada 2025.

Pemilik kendaraan tua tentu terkena dampaknya, tak terkecuali para pengemudi ojek online (ojol).

Sebab, tak jarang penyedia jasa tersebut menggunakan kendaraan yang tak baru lagi karena ada keterbasan finansial.

"Pengemudi ojol akan terkena imbas, namun apabila hal ini untuk kenyamanan bersama memang harus ada pemaksaan agar tertib dan disiplin," ujar Presidium Gabungan Nasional Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia Igun Wicaksono saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Maksudnya, lanjut dia, selama regulasi tersebut masih pada koridornya dan untuk kepentingan bersama, mau tidak mau pengemudi ojol harus mengikutinya.

"Penumpang ojol juga menjadi aman dan nyaman dalam menggunakan moda transportasi tersebut. Karena, nantinya kendaraan yang digunakan oleh ojol lebih muda usianya," kata Igun.

"Tapi baiknya, seluruh transportasi umum yang ada harus terjangkau dan kualitasnya lebih baik dari sekarang. Jadi akan tercipta integrasi moda transportasi oleh ojol dengan transportasi massal seperti MRT LRT, TransJakarta, dan lainnya. Kami dukung kebijakan ini asalkan harus diimbangi dari segala sektor," kata dia lagi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Pembatasan Usia Kendaraan, Pengemudi Ojek Online Pasrah"

Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved