Dinas Sosial Kota Semarang Terus Sosialisasikan Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu

Dinas Sosial Kota Semarang, akan terus mensosialisasikan penutup Rehabilitasi Sosial (Resos) Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning (SK).

Dinas Sosial Kota Semarang Terus Sosialisasikan Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Satpol PP Kota Semarang melakukan supervisi untuk memastikan Lokalisasi Sunan Kuning telah bersih dari atribut yang berbau pornografi, Senin (22/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Seksi (Kasi) Tuna Sosial dan Perdagangan Orang, Dinas Sosial Kota Semarang, Anggie Ardhitia, menyampaikan Dinas Sosial Kota Semarang, akan terus mensosialisasikan penutup Rehabilitasi Sosial (Resos) Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning (SK).

"Hal itu sudah kami gaungkan di tahun 2017 yang lalu. Meski begitu, para penghuni SK atau masyarakat disekitar lokasi itu, menginginkan pekerjaan, meski sebagai pemandu karaoke," katanya saat melakukan jumpa pers, di HOC Cafe, Jalan Hayam Wuruk, Semarang, Jumat (2/8/2019) sore.

Pihaknya mengungkapkan, masyarakat sekitar lokalisasi Sunan Kuning ingin menjadikan tempat tersebut sebagai komplek karaoke dan pusat kuliner.

Terkait Perusakan Segel, Pengelola Karaoke Relokasi Johar Baru Semarang Beri Komentar

"Dan hal itu tentu akan melalui proses yang panjang, mulai dari pembahasan dinas-dinas terkait. Semisal, untuk karaoke akan bersinggungan dengan Dinas Pariwisata, dan lainnya," bebernya.

Oleh sebab itu, Anggie menyatakan, bahwa, usai rencana penutup lokalisasi tersebut, beberapa petugas dari Pemkot Semarang akan terus berjaga di lokasi Argorejo itu.

"Petugas akan disiapkan untuk berjaga siang dan malam, sehingga kegiatan yang berbau porstitusi, sudah tidak ada lagi di kawasan tersebut. Dan jika masih ada warga atau Wanita Pekerja Seksual (WPS) yang masih melakukan kegiatan itu maka akan kami tindak tegas," ujarnya.

Merasa Iba, Dua TKW yang Bekerja di Taiwan Berikan Bantuan ke Mbah Mangun di Sragen

Anggie, lebih lanjut, juga mengungkapkan, bahwa, ia belum mengetahui persis kapan SK akan ditutup. Bahkan, kelak, lokasi porstitusi itu akan dijadikan kawasan baru apa, pihaknya juga belum mengetahui secara persis.

"Yang saya dengar akan dijadikan kawasan Islamic Center, agar perekonomian warga setempat tetap berjalan, sehingga warga di lokasi itu, tetap mendapatkan penghasilan," tegasnya.

Pemerintah Kota Semarang, memang menargetkan pada 2019 tahun ini, Semarang bisa bebas dari adanya porstitusi. Baik di lokasi Sunan Kuning dan JBL Gambilangu. (hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved